Hukum

Empat Rancangan Qanun di Abdya Disahkan

ACEHTERKINI.COM | Dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) bersama dengan Pemerintah setempat menyepakati dan menyetujui tentang empat Rancangan Qanun (Raqan) untuk menjadi Qanun Kabupaten Abdya Tahun 2015.

Keempat Raqan tersebut diantaranya, tentang Bangunan Daerah, Restribusi Pelayanan Pasar, Restribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah dan yang terakhir Restribusi Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus.

Empat Rancangan Qanun di Abdya Disahkan
Rapat Paripurna DPRK Aceh Barat Daya Pengesahan Rancangan Qanun, 15 Desember 2015 

Keseluruhan Raqan itu disampaikan dalam acara Rapat Paripurna pembahasan rancangan qanun yang berlansung di Aula DPRK setempat, Selasa (15/12/2015).

Selain dari empat rancangan qanun itu, ada dua rancangan qanun yang belum disahkan, diantaranya rancangan qanun tentang Sarang Burung Walet, karena terbentur dengan aturan dari WHO yang menyatakan adanya virus dalam sarang walet tersebut.

Selanjutnya Rancangan Qanun tentang Penambalan Nama Jalan, dimana perlu dilakukan konsultasi dengan masyarakat setempat karena menyangkut dengan nilai sejarahnya.

“Jadi dua Qanun tersebut terpaksa di tunda dulu, karena perlu pengkajian lebih lanjut, kemungkinan dalam tahun 2016 mendatang akan kita munculkan kembali,” kata Julinardi selaku anggota DPRK Abdya.

Disamping itu, Julinardi berharap agar Pemkab Abdya benar-benar mengaplikasikan keempat qanun yang sudah disahkan tersebut, agar pembentukan qanun itu tidak sia-sia.

“Jangan jadikan ke empat qanun itu sebagai pajangan saja, tapi mesti di aplikasikan di lapangan,” singkatnya.

Amatan dilapangan, rapat paripurna tersebut dipimpin lansung oleh Ketua DPRK Abdya Zulkifli Isa didampingi Wakil Ketua Romi Syahputra, kemudian mewakili Bupati dihadiri Plt Sekda Drs Thamren, dari unsur Forkompinkab dihadiri Kasdim 0110/Abdya Mayor Inf Kristianto, mewakili Kapolres dan mewakili Kajari Blangpidie H Azwar SH.

Mengawali rapat, Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRK Abdya Khairuddin membacakan laporan Banleg tentang Raqan Kabupaten Abdya tahun 2015, kemudian mendengarkan pemandangan umum Fraksi-Fraksi. Pertama pemandangan umum Fraksi Nasional Bersatu disampaikan oleh Syamsurizal SP, selanjutnya pemandangan umum dari Fraksi Aceh disampaikan oleh Iskandar, lalu yang terakhir pemandangan umum dari Fraksi Abdya Bermartabat yang di sampaikan oleh Muklis AW.

Dalam pidato jawaban Bupati, yang diwakili Sekda Abdya Drs Thamren, mengatakan, keempat rancangan qanun yang telah disahkan tersebut akan lansung diterapkan dilapangan, kemudian kepada sejumlah satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) masing-masing untuk menerapkan qanun yang sudah di sahkan itu agar tidak menjadi pajangan semata.

‘Kita minta agar keempat qanun tersebut dapat di implementasikan pada setiap SKPK yang ada di jajaran Pemkab Abdya,” kata Thamren singkat. (Rizal)

To Top