Sosial

DPR Aceh Gelar RDPU Pendirian Tempat Ibadah. Semua Umat Beragama Bisa Beribadah

ACEHTERKINI.COM | Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Tempat Ibadah di Gedung serbaguna Sekretariat DPRA, Selasa (15/12/2015).

RDPU dengan Komisi VII DPR Aceh ini dihadiri oleh semua unsur-unsur keagamaan, ormas, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Polisi, Satpol PP dan WH, tokoh adat dan agama Islam, Kristen, Budha, Hindu dan khonghucu serta perwakilan dari pemerintah kabupaten kota di Aceh.

DPR Aceh Gelar RDPU Pendirian Tempat Ibadah. Semua Umat Beragama Bisa Beribadah
Ghufran Zainal Abidin, Ketua Komisi VII DPR Aceh

Ketua Komisi VII, Ghufran Zainal Abidin mengatakan, Rancangan Qanun (Raqan) Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Tempat Ibadah ini merupakan usulan dari Pemerintah Aceh melalui Kesbangpol Linmas yang diamanahkan ke komisi VII untuk membahasnya.

“Banyak masukan yang kita dapatkan dari RDPU ini untuk memperbaiki Raqan ini, kita perlu membahas ulang dengan Pemerintah Aceh,” kata Ghufran.

RDPU terkait Raqan ini kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah dua kali dilakukan yaitu di Medan, Sumatera Utara dengan mengundang semua unsur dari daerah perbatasan Aceh. Kemudian RDPU hari ini juga mengundang semua unsur dari seluruh kabupaten kota termasuk tokoh-tokoh agama non muslim di Aceh Singkil, Aceh Tengah, dan Kota Banda Aceh.

“Kita akan duduk lagi dan mengakomodir semua masukan dari RDPU itu, semuanya tidak keluar dari perintah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh untuk penegakan Syariat Islam,” terang Ghufran Zainal Abidin.

“Justru keberadaan qanun ini nantinya akan memperkuat Syariat Islam di Aceh, karena qanun ini bisa menjadi payung hukum bagi kerukunan antar umat beragama,” katanya lagi.

Hal yang paling urgen dalam qanun ini, tambah Ghufran adalah untuk menghindari konflik antar umat beragama.

DPR Aceh Gelar RDPU Pendirian Tempat Ibadah. Semua Umat Beragama Bisa Beribadah
RDPU Raqan Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah di Aceh 

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Aceh yang juga Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh dan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Alyasa’ Abubakar mengatakan
semangat kita adalah semangat bagaimana kita memberi kesempatan beribadah kepada semua umat beragama di Aceh.

“Semua pihak menjadi orang yang taat sesuai dengan tuntunan agamanya masing-masing,” kata Alyasa’ Abubbakar.

Terkait dengan Rancangan Qanun Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Tempat Ibadah di Aceh, Alyasa’ mengusulkan klausul ketika ada satu kelompok masyarakat tidak bisa mendirikan rumah ibadah karena berbagai sebab, bagaimana dan siapa yang akan memfasilitasi supaya umat tersebut bisa beribadah.

“Saya rasa harus ada klausul semua kita yang ada di Aceh mendapat kesempatan dan perlindungan untuk beribadah dengan tenang dan aman sesuai dengan agama kita masing-masing,” terang Alyasa’ Abubakar sebagai peserta terakhir yang memberi masukan dalam RDPU Raqan Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Tempat Ibadah di Aceh. [Firman]

To Top