Ekonomi

Distannak Abdya Manfaatkan 700 Hektar Untuk Program Tanam Terpadu

ACEHTERKINI.COM | Dalam rangka Gerakan Percepatan Tanam Terpadu (GPTT) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distnnak) setempat menggalakkan tanam Jagung dan Kedelai dilahan kolompok tani seluas 700 hektar lebih.

Kepala Distannak Abdya Maswadi, Jum’at (11/12/2015) mengatakan, selain Kecamatan Blangpidie, delapan kecamatan lainnya dalam Kabupaten Abdya sudah dilakukan penanaman jagung dan kedelai dengan luas 700 hektar lebih.

Distannak Abdya Manfaatkan 700 Hektar Untuk Program Tanam Terpadu
Gerakan Percepatan Tanam Terpadu (GPTT) di Aceh Barat Daya. [Rizal] 

“Baru-baru ini kita telah melakukan penanaman jagung di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee sekitar 2,5 hektar. Kemudian untuk kedelai juga sudah kita tanami diwilayah Desa Cot Simantok, Kecamatan Babahrot seluas 2 hektar di atas lahan kelompok tani setempat,” ungkapnya.

Bersama dengan Kodim 0110/Abdya, Maswadi menjelaskan, dengan adanya gerakan penanaman jagung, dapat memperbaiki ekonomi masyarakat petani, karena jagung juga merupakan salah satu tanaman pangan yang sedang digalakkan di Indonesia.

Disamping itu, tanaman jagung juga bisa dimanfaatkan untuk bio energi alternatif, juga bisa digunakan untuk bahan baku pakan ternak termasuk batang kedelai.

Kedepannya, Maswadi berharap kepada kelompok tani yang mempunyai lahan, agar dapat meneruskan pengembangan budi daya jagung dan kedelai di Abdya pada khususnya.

“Disamping bercocok tanam padi, kita juga ajak petani untuk menanam jagung dan kedelai, agar petani lebih sejahtera, dimana umur masa panen jagung dan kedelai relatif sama yakni 3 bulan 10 hari,” ujarnya.

Selain program tanam jagung dan kedelai, Distannak Abdya juga akan mengupayakan program pola usaha tani terpadu, yaitu penggemukan sapi di kebun sawit atau disebut dengan integrated farming system.

“Makanya, mulai dari awal, kita perkenalkan kepada petani untuk menanam jagung dan kedelai sebagai bahan baku untuk pakan ternak yang juga sebagai sumber protein dari bungkil jagung dan bungkil kedelai,” tambahnya. (Rizal)

To Top