Ekonomi

Distannak Abdya Jamin Kualitas Benih Terbaik Untuk Petani

ACEHTERKINI.COM | Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjamin kalau benih yang disalurkan untuk 333 kelompok tani dengan beranggotakan 13.514 orang yang berada di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat memiliki kualitas dan mutu yang baik.

“Kualitas benih yang kita bagikan ini merupakan yang terbaik dan sudah teruji kualitasnya,” kata Kabid Produksi Distannak Abdya, Hamdan, Senin (21/12/2015) saat bertemu di ruang kerjanya.

Distannak Abdya Jamin Kualitas Benih Terbaik Untuk Petani

164 ton lebih benih dengan varietas Ciherang, Sigeulis, Mikongga dan Mira I itu didatangkan dari penangkaran lokal dan penangkaran luar daerah yang dilaksanakan melalui rekanan dari CV Sari Indah dengan menelan anggaran Rp. 1,9 miliar lebih bersumber dari APBK 2015.

“Sekitar 30 persen benih tersebut dari penangkaran lokal, sementara sisanya didatangkan dari luar daerah, pastinya kualitas dan mutu benih sudah terjamin, yang dibagikan kepada 333 kelompok tani dengan anggota mencapai 13.514 orang,”sebutnya.

Seandainya benih itu tidak tumbuh dengan baik, lanjut Hamdan, maka petani boleh melaporkan kembali kepada Distannak Abdya, agar benih tersebut dapat dikembalikan ke pihak rekanan serta digantikan dengan benih yang lebih baik.

Dikatakan Hamdan, dalam rangka mensukseskan musim tanam saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran dan perkembangan benih di lapangan. Jangan sampai ada para petani yang merasa dirugikan akibat kualitas dan mutu benih yang tidak baik.

Dimana, penyaluran benih hingga saat ini telah mencapai 90 persen, dari sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya, hanya Kecamatan Babahrot yang sedang dalam proses pembagian benih.

“Kalau di kecamatan lain benih telah sampai ke masing-masing kelompok petani. Untuk kecamatan Babahrot, akan di upayakan tuntas dalam waktu dekat ini,” tuturnya.

Rasyidin, petani di Kecamatan Tangan-Tangan merasa sedikit kuatir, sebab tahun lalu pernah terjadi benih tidak tumbuh saat musim tanam di awal tahun 2014 lalu. Saat itu banyak petani mencari inisiatif dengan mengganti benih yang lain.

“Kalau seperti masa lalu terulang lagi, maka petani akan rugi, sebab banyak waktu yang terbuang, karena harus melakukan penyemaian dua kali. Maka dari itu, kami berharap, benih yang dibagi ini memiliki kualitas yang baik, dengan harapan dapat meningkatkan hasil produksi padi pada musim panen mendatang,”katanya singkat. (Rizal)

To Top