Sosial

Diduga Bantuan Rumah Dhuafa di Abdya Tak Tepat Sasaran

ACEHTERKINI.COM | Pemberian rumah bantuan untuk kaum Duafa di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai tidak tepat sasaran,  Pasalnya, rumah bantuan yang diketahui berasal dari Baitul Mal Provinsi Aceh itu diterima oleh orang yang memiliki kemampuan.

“Padahal rumah itu harus diterima oleh warga yang tidak mampu, justru di desa kami malah orang mampu yang menerima,” ungkap salah seorang warga Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa kepada wartawan Rabu (2/12/2015).

Warga itu takut namanya ditulis media ini. Menurutnya bantuan rumah dhuafa untuk Kecamatan Jeumpa diperkirakan berjumlah 3 unit dengan lokasi desa yang berbeda. “Menurut info yang saya terima, rumah bantuan itu dari Provinsi,” cetusnya.

Diduga Bantuan Rumah Dhuafa di Abdya Tak Tepat Sasaran
Rumah Dhuafa di Abdya [Ilustrasi] 

Seharusnya bantuan yang disalurkan hendaknya benar-benar tepat sasaran seperti yang diharapkan, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial dalam masyarakat.

Terkait hal itu, Kepala Desa Cot Manee, Alizar saat dihubungi, membenarkan adannya batuan rumah untuk kaum duafa di Desanya.

“Memang benar ada bantuan, tapi saya kurang tau bantuan itu dari mana,” ujarnya.

Kemudian, Camat Jeumpa Yunizar kepada awak media juga membenarkan ada bantuan 3 unit rumah untuk kaum dhuafa di Desa Cot Manee, Kecamatan Jeumpa.

” Yang saya ketahui, 3 unit rumah bantuan untuk kaum dhuafa itu melalui  Baitul Mal Provinsi Aceh,” tuturnya.

Dikatakan Yunizar, untuk Kecamatan Jeumpa ada beberapa desa yang mendapat bantuan diantaranya, desa Cot Manee Alue Badeuk, Ladang Neubok dan Gampong Baro.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal wilayah Abdya Muslizar MT, yang dihubungi wartawan mengaku tidak mengetahui seluk beluk tentang bantuan rumah dhuafa tersebut.

“Mengenai bantuan itu, saya tidak tau secara pasti, sebab saya hanya baru beberapa bulan menjabat sebagai kepala Baitul Mal Abdya,” ungkapnya.

Namun secara sekilas, Muslizar MT membenarkan, adanya bantuan rumah bantuan dari Baitul Mal Provinsi Aceh pada tahun 2014. “Tapi saya tidak tau, siapa penerimanya, termasuk siapa juga pelaksananya,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top