Sosial

BPKS Operasikan Museum Sejarah Kejayaan Sabang

ACEHTERKINI.COM | Museum “Abad Kejayaan Sabang” yang terletak di Jalan O. Surapati, Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang,  Rabu (2/12/2015) mulai dioperasikan oleh Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang.

Pengoperasian Museum Sabang ini ditandai dengan dilakukan soft opening yang dilakukan oleh Kepala BPKS Fauzi Husen dan turut didampingi oleh Deputi Komersial dan Investasi, Syafruddin Chan dan Ketua Panitia Museum Sabang, Fauzi Daud.

BPKS Operasikan Museum Sejarah Kejayaan Sabang
Ilustrasi 

Kepala BPKS, Fauzi Husen mengatakan, atas dukungan dari berbagai pihak terutama dari seluruh masyarakat kota Sabang, BPKS mulai mengoperasikan Museum Sabang yang didalamnya akan menyajikan informasi dan pengetahuan tentang masa kejayaan Sabang tempo dulu.

“Alhamdulillah, walau belum rampung sempurna, bangunan museum sudah kita operasikan,” kata Kepala BPKS, Fauzi Husen.

Menyangkut dengan barang-barang yang akan kita pamerkan, walau dengan keterbatasan yang ada, pihak BPKS merasa apa yang terdapat didalam museum masih sangat minim.

Untuk itu, Fauzi mengharapkan dukungan dari berbagai pihak termasuk kolektor untuk dapat memberikan saran dan pendapat serta sumbanganya dalam bentuk, dokumentasi, benda antik atau lainya yang berhubungan dengan historis masa kejayaan Sabang saat dikenal dengan nama Kolen Station (1881-1942).

“Mudah-mudahan kedepan museum ini dapat bermanfaat bagi generasi yang akan datang, sehingga tidak hanya sebagai objek wisata baru tetapi museum ini dapat dijadikan sarana edukasi,” harap Fauzi.

Sementara itu, Direktur Investasi, Fauzi Daud nambahkan museum ini menitikberatkan tentang sejarah masa lalu Sabang. Sehingga apa yang ditampilkan nantinya merupakan kilas balik Abad Kejayaan Sabang.

Pihaknya juga berusaha terus melengkapi koleksi Museum Sabang ini. Bahkan BPKS juga tengah melaksanakan pembangunan theater, persis disebelah bangunan utama Museum.

“Kita berharap dari theater ini, nantinya akan memutar film-film dokumenter tentang Sabang masa lalu,” tambahnya.

Dirinya juga berkisah, secara historis Pelabuhan Sabang pertama sekali dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1881 dengan kegiatan utamanya pengisian air dan batubara ke kapal yang disebut “Kolen Station”.

“Pelabuhan ini dikelola oleh Firma De Lange yang diberi kewenangan untuk membangun berbagai fasilitas pelabuhan pada tahun 1887. Operasional pelabuhan dilaksanakan oleh Maatschaapij Zeehaven en Kolen Station, yang kemudian dikenal dengan nama Sabang Maatsscappij tahun 1895,” ujar Fauzi Daud.

Kemudian, pada era zaman Belanda, Pelabuhan Sabang telah berperan sangat penting sebagai pelabuhan alam untuk pelayaran internasional terutama dalam mendukung perdagangan komoditi hasil alam Aceh yang diekspor ke negara-negara Eropa.

Kejayaan VrijHaven Sabang ini berakhir pada saat Perang Dunia ke-2 dimana Jepang menguasai Asia Timur Raya tahun 1942 dan mengalami kehancuran fisik sehingga Sabang sebagai pelabuhan bebas ditutup.

“Karena itu, dengan adanya museum ini kita ingin generasi-generasi sekarang mengingat kembali bagaimana kejayaan masa lalu. Karena museum ini juga merupakan wadah edukasi dan motivasi bagi generasi berikutnya untuk mengembalikan kejayaan Sabang tempo dulu,” harap Fauzi Daud. [Ari]

To Top