Sosial

Bahasa Indonesia Serap 200 Kosakata Bahasa Lokal di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Sejak diterbitkannya kamus pertama tahun 1953, saat ini Bahasa Indonesia sudah memiliki 91 ribu kosakata. Masih jauh dibandingkan dengan Bahasa Inggris yang sudah memiliki 1 juta kosakata karena mereka serius mengembangkan bahasanya dengan mengadopsi bahasa di seluruh dunia.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Anies Baswedan saat menyampaikan orasi peradaban pada Kongres Peradaban Aceh, Rabu (9/12/2015) di Gedung AAC Dayan Dawood.

Bahasa Indonesia Serap 200 Kosakata Bahasa Lokal di Aceh
Anies Baswedan di Kongres Peradaban Aceh, 9 Desember 2015 

Menurut Anies Baswedan, Indonesia memiliki 719 bahasa daerah yang paling banyak berada di Papua. Provinsi Aceh memiliki 13 bahasa lokal, bahkan ada sebagian bahasa lokalnya hampir punah.

“Kita perkaya kembali bahasa lokal, Aceh punya stock kosakata dari bahasa lokal yang hampir punah tersebut,” ujar Anies Baswedan.

Kamus pertama Bahasa Indonesia diterbitkan pada tahun 1953 dengan 23 ribu kosakata. Kemudian pada tahun 1976 keluar kamus baru dengan menambah 1.000 kosakata. Selanjutnya tahun 1988 menjadi 85 ribu kosakata dan hingga saat ini Bahasa Indonesia sudah miliki 91 ribu kosakata.

Dari 91 kosakata itu ada 112 kata diserap dari Bahasa Aceh, 45 kata dari bahasa Gayo dan 30 kata dari Bahasa Alas. “Sehingga ada sekitar 200 kosakata yang diserap dari Aceh,” kata Menteri.

“Saya berharap bahasa lokal di Aceh dilestarikan dan dikembangkan sehingga bisa menambah kosakata Bahasa Indonesia. Kita gunakan melalui sekolah-sekolah dan percakapan di rumah, kita promosikan,” ujar Menteri Pendidikan mencotohkan kata tsunami yang seharusnya orang-orang di Aceh menggunakan kata Smong bukan tsunami.

“Media lokal harus pakai Smong, bukan tsunami, kita promosikan maka bahasa daerah kitab hidup dan ini menjadi kosakata dalam Bahasa Indonesia,” ujarnya.

Kata Anies Baswedan, memasukkan kosakata dalam Bahasa Indonesia tidak perlu melalui proses politik di dewan. Kita ajarkan di sekolah, praktekkan di rumah lalu masyarakat menaikkan bahasanya untuk kemudian masuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Kongres Peradaban Aceh ini bisa mendokumentasikan kosakata bahasa lokal di Aceh untuk menambah kosakata Bahasa Indonesia,” demikian Anies Baswedan berharap. [Firman]

To Top