Kesehatan

Ucapkanlah Terima Kasih, Karena Itu Menyehatkan

ACEHTERKINI.COM | Mengucapkan kata terima kasih membuat kita sehat. Sampaikanlah terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kita dan orang yang membuat kita kecewa atau sedih. Ucapan terima kasih itu akan membuat kita merasa lega.

Terima kasih dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti rasa syukur. Itu artinya mengucapkan kata terima kasih sama dengan bersyukur.

Ucapkanlah Terima Kasih, Karena Itu Menyehatkan

Terima kasih biasanya terucap ketika kita menerima sesuatu yang baik, apakah itu kata-kata pujian, hadiah dari orang lain, atau mendapat pertolongan.

Padahal manfaat mengucapkan terima kasih tidak saja membuat hubungan baik dengan seseorang, berterima kasih membuat kita sehat secara jiwa maupun raga.

Dikutip vivanews, Jum’at, manfaat ucapan terima kasih adalah dapat membuka pintu terhadap hubungan yang baru dan lebih baik.

Ucapan terima kasih tidak hanya menunjukan tingkah laku yang baik, tetapi menunjukan apresiasi yang dapat membantu kita untuk mendapatkan teman baru.

Berdasarkan hasil penelitian di tahun 2014 yang dipublikasikan dalam jurnal “Emotion”, ditemukan bahwa mengucapkan terima kasih kepada orang yang baru dikenal membuat mereka ingin berhubungan lebih lanjut.

Orang-orang yang suka mengucapkan terima kasih atau bersyukur mengalami sakit dan nyeri yang lebih rendah dan mereka juga melaporkan merasa lebih sehat daripada orang lain, berdasarkan hasil penelitian di tahun 2012 yang dipublikasikan dalam jurnal “Personality and Individual Differences”.

Hal tersebut sebenarnya tidak mengherankan, karena orang yang sering bersyukur lebih suka menjaga kesehatan dirinya. Mereka berolahraga lebih sering dan menjadi lebih suka melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter, yang tentunya hal tersebut mempengaruhi panjang umurnya seseorang.

Rasa syukur yang diungkapkan lewat ucapan terima kasih dapat mengurangi banyaknya racun emosi, mulai dari iri dan kebencian hingga frustasi dan penyesalan.

Robert A. Emmons, Ph. D. memimpin sebuah penelitian tentang bersyukur, ia dan timnya telah melakukan serangkaian penelitian tentang hubungan antara rasa syukur dan kesejahteraan.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa rasa syukur secara efektif mampu meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi depresi.

Orang-orang yang sering mengucapkan terima kasih cenderung menjaga perilaku meskipun ketika yang lain melakukan hal yang kurang baik terhadap dirinya, menurut hasil penelitian di tahun 2012 yang dilakukan oleh Universitas Kentucky.

Para partisipan yang memiliki tingkat rasa syukur lebih tinggi terlihat lebih sedikit melakukan pembalasan terhadap orang lain meskipun ketika mendapat perlakuan negatif.

Mereka merasa lebih sensitif dan empati dibanding orang lain dan keinginan untuk membalas dendam menurun.

Menurut hasil penelitian di tahun 2011 yang dipublikasikan dalam “Applied Psychology: Health and Well-being” para partisipan yang menulis di dalam jurnal rasa syukur memperbaiki tidur menyatakan bahwa menghabiskan sekitar 15 menit untuk mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukur sebelum tidur membuat tidur lebih lama dan lebih baik.

Hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 yang dipublikasikan dalam “Journal of Applied Sport Psychology” menemukan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan harga diri para olahragawan yang merupakan komponen esensial untuk mengoptimalkan performa.

Hasil penelitian lain telah menunjukan bahwa ucapan terima kasih mengurangi perbandingan sosial.

Daripada mencela terhadap orang-orang yang memiliki uang lebih banyak atau pekerjaan lebih baik, dimana hal tersebut adalah salah satu faktor yang dapat mengurangi harga diri, orang-orang yang bersyukur dapat menghargai pencapaian orang lain.

Selama bertahun-tahun, para peneliti telah menunjukan bahwa rasa syukur tidak hanya mengurangi stres tapi juga memainkan peranan penting mengobati trauma.

Dalam sebuah penelitian di tahun 2006 yang dipublikasikan dalam “Behavour Research and Therapy” menemukan bahwa veteran Perang Vietnam dengan tingkat rasa syukur yang lebih tinggi mengalami tingkat kelainan stres pasca trauma yang lebih rendah.

Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 yang dipublikasikan dalam “Journal of Personality and Social Psychology” menemukan bahwa rasa syukur merupakan kontributor terbesar agar tabah ketika peristiwa 11 September terjadi. Hal ini menunjukan bahwa kita harus selalu bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah terjadi meskipun itu hal buruk agar mental kita menjadi kuat, menjadi tahan banting. [Sad]

To Top