Sosial

Tegakkan Hukum Lingkungan, Sat-Reskrim Polres Abdya Dilatih

ACEHTERKINI.COM | Puluhan personil satuan Reserse Kriminal (Sat-Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) dibekali pemahaman tentang penegakan hukum konservasi sumber daya alam (SDA) dan polisi masyarakat bagi anggota penyidik, yang berlansung di Aula Mapolres setempat, Kamis (26/11/2015).

Disela kegiatan lokakarya itu, Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya), AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Reskrim, AKP Misyanto, mengatakan, keberadaan hewan dan tumbuhan yang dianggap langka dilindungi secara hukum, termasuk kegiatan perusakan hutan, pencemaran lingkungan juga harus diberantas.

Tegakkan Hukum Lingkungan, Sat-Reskrim Polres Abdya Dilatih
Kebakaran Lahan Gambut Rawa Tripa. [dok. acehterkini]

Misyanto menjelaskan, kegiatan yang diikuti puluhan penyidik jajaran Polres Abdya itu bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap personel tentang apa saja flora dan fauna yang dilindungi, termasuk perambahan hutan dan lainnya.

“Langkah awal adalah dari kalangan kepolisian, kemudian akan berlanjut ke pihak pemerintahan hingga kalangan masyarakat,” kata Misyanto didampingi perwakilan dari Bimas Polda Aceh AKP Elputri, Rekrimsus Tipiter Polda Aceh Brigadir Wahyudi dan Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK) Misi Muhizan sekaligus sebagai pemateri.

Sementara itu, AKP Elputri didampingi perwakilan LSGK Misi Muhizan menyebutkan, upaya tersebut telah lebih dulu dilakukan di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat dan sejumlah kabupaten/kota lainnya. Secara umum penindakan terhadap pelaku perdagangan hewan langka dan pengrusakan lingkungan telah dilakukan.

Tegakkan Hukum Lingkungan, Sat-Reskrim Polres Abdya Dilatih
Sat-Reskrim Polres Abdya Dibekali Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, 26 November 2015 

Sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dimana konservasi SDA hayati dan ekosistemnya bertujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian SDA hayati serta keseimbangan ekosistemnya sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia.

Konservasi SDA hayati dan ekosistemnya merupakan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah dan masyarakat. Sehingga diperlukan upaya khusus agar semua flora dan fauna yang dilindungi berikut ekosistemnya tidak terancam punah.

“Oleh karenya, Mabes Polri melalui Polda Aceh bersama dengan Flora dan Fauna Internasional (FFI), Uni Eropa, LSGK terus gencar memberikan pemahaman dan sosialisasi mulai dari kalangan kepolisian, pemerintahan hingga masyarakat tentang pentingnya menjaga serta melindungi hewan dan tanaman langka serta menjaga kelestarian lingkungan,”demikian terangnya. (Rizal)

To Top