Ekonomi

Tanam Serentak di Abdya Terancam Gagal

ACEHTERKINI.COM | Garapan lahan sawah untuk program tanam serentak MT Rendengan tahun 2015 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai belum optimal. Padahal Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) setempat telah menfasilitasi para petani dengan alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Tanam Serentak di Abdya Terancam Gagal
Tanam Serentak di Abdya [dok.acehterkini]

Akan tetapi alat penunjang proses pengolahan tanah itu tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh para petani yang berada di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat, sehingga program tanam padi serentak dikuatirkan bakal gagal.

Kepala Distannak Abdya Maswadi, Selasa (24/11/2015) mengaku kecewa dengan lambannya proses garapan lahan tersebut.

Menurutnya, Pemkab Abdya telah berupaya dengan maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan para petani dalam proses penggarapan lahan untuk menyukseskan progran tanam serentak.

“Saat ini lahan baru digarap hanya sekitar 30 persen, sedangkan pada pertengahan Desember mendatang tanam serentak harus segera dimulai, jadi kondisi ini sangat kita kecewakan,” ungkapnya.

Maswadi menyebutkan, Distannak Abdya telah menyiapkan hand traktor siap pakai sekitar 300 unit lebih yang tersebar di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Abdya, sedangkan untuk traktor 4wd sebanyak 16 unit dan ditempatkan berdasarkan luas areal persawahan di masing-masing kecamatan.

Lebih lanjut Maswadi mengatakan, sepekan yang lalu Distannak Abdya didampingi Kodim 0110/Abdya kembali melakukan pertemuan dengan keujruen blang dan kelompok tani guna memperjelas kendala apa yang dialami petani dalam proses penggarapan lahan.

Bahkan, dalam musyawarah itu pihak petani telah berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan proses garap lahan, mengingat jadwal tanam serentak sudah semakin dekat.

“Dari amatan kita, aktivitas garap lahan belum berjalan dengan maksimal dan hand traktor banyak yang belum dioperasikan. Kami menghimbau kepada seluruh petani di Abdya, baik itu melalui kelompok tani, keujruen blang agar dapat mengoptimalkan proses penggarapan lahan,”tuturnya.

Bustami, selaku Kujruen Blang  di wilayah Bineh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan memastikan program tanam serentak akan berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan waktu lalu. Bahkan dia membantah luas lahan yang baru digarap hanya sekitar 30 persen.

“Kami akan upayakan tanam serentak sesuai dengan jadwal, bahkan areal persawahan yang telah digarap telah mencapai 50 persen,” demikian tegasnya. (Rizal)

To Top