Ekonomi

Tahun 2016, RAPBK Abdya Rp 1,039 Triliun

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merencanakan anggaran pendapatan belanja kabupaten (RAPBK) Abdya tahun 2016 sebesar Rp. 1,039 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 11,45 persen jika dibandingkan anggaran tahun 2015 hanya sebesar Rp.933 milyar lebih.

Untuk Pendapatan Asli Kabupaten direncakan sebesar Rp.75 milyar, sementara dalam anggaran tahun 2015 hanya mencapai Rp.62,3 milyar. Dengan demikian dalam tahun 2016 mengalami kenaikan 20,28 persen.

Sementara dana perimbangan direncanakan penerimaannya sebesar Rp.701,9 milyar, mengalami peningkatan Rp.75,6 milyar atau naik 10,77 persen bila dibandingkan dengan anggaran tahun 2015 hanya sebesar Rp.626,3 milyar, dimana peningkatan tersebut karena adanya kenaikan dana alokasi umum dan dana alokasi khusus (DAK).

RAPBK Abdya Tahun 2016 Rp 1,039 Triliun

Lain-lain pendapatan yang sah tahun 2016 direncakan sebesar Rp. 262,9 milyar, mengalami peningkatan sebesar Rp.18,6 milyar atau naik 7,63 persen jika dibandingkan tahun 2015 hanya sebesar Rp.244,3 milyar. Dimana peningkatan tersebut karena adanya kenaikan alokasi dana desa (ADD).

Kemudian mengenai belanja Kabupaten yang direncakan sebesar Rp.1,144 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp.106,2 milyar atau naik 10,23 persen bila dibandingkan tahun 2015 hanya sebesar Rp.1 triliun lebih.

Belanja kabupaten ini terbagi dalam belanja tidak lansung dan belanja lansung. Dalam belanja lansung Pemkab Abdya merencanakan sebesar Rp.553,5 milyar, mengalami kenaikan sebesar Rp.142,1 milyar atau naik 34,54 persen jika dibandingkan anggaran perubahan APBK tahun 2015 hanya mencapai Rp.411,3 milyar.

Sementara belanja lansung yang direncanakan untuk tahun 2016 sebesar Rp.591,3 milyar, mengalami penurunan sebesar Rp.35,8 milyar atau turun 6,06 persen jika dibandingkan anggaran perubahan APBK tahun 2015 sebesar Rp.627,2 milyar.

Sejumlah angka-angka perencanaan anggaran itu disampaikan Bupati Abdya Jufri Hasanuddin dalam rapat paripurna pembukaan rancangan APBK Tahun 2016 yang berlansung di Aula DPRK Abdya, Rabu (18/11/2015).

Dalam kesempatan itu, Bupati Jufri berharap supaya pembahasan RAPBK itu selesai tepat waktu sesuai dengan perundang-undangan tentang pengesahan harus di akhir bulan November. “Ketepatan waktu itu sangat kita harapkan, demi tercapainya tujuan bersama,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Bupati Jufri, juga akan menjadi perhatian Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia sebagai syarat untuk mendapatkan wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Semoga saja terwujud,” tambah Jufri singkat dalam rapat paripurna yang turut dihadiri Ketua DPRK Abdya Zulkifli Isa, Wakil Ketua Romi Syahputra dan Jismi, Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH, Kasdim 0110/Abdya Mayor Inf Kristianto, para anggota DPRK, para asisten, staf ahli dan sejumlah kepala SKPK setempat.

Sebelum rapat paripurna itu di skor, Ketua DPRK Abdya Zulkifli Isa meminta agar pada saat dilakukan pembahasan, harus dihadiri Kepala SKPK masing-masing bukan diwakili.

“Jadi, tidak ada cerita keluar daerah (DL), karena pembahasan ini penting jangan sampai instansi dimaksud tidak tau apa-apa,” katanya singkat. (Rizal)

To Top