Ekonomi

SILPA 105 Milyar, YARA Sorot Kinerja SKPK di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memprediksi atau estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dalam APBK tahun 2015 sebesar Rp.105 milyar yang disampaikan dalam rapat paripurna pembukaan pembahasan rancangan APBK tahun 2016 di Aula DPRK setempat, Rabu (18/11/2015) kemarin.

Sementara dalam tahun 2014, SILPA APBK Abdya juga mencapai Rp 100 milyar lebih. Terkait hal itu, disinyalir banyak perencanaan kegiatan termasuk sejumlah proyek yang tidak selesai dikerjakan hingga akhir tahun, sehingga terjadi pembengkakan sisa anggaran.

SILPA 105 Milyar, YARA Sorot Kinerja SKPK di Abdya
Miswar, YARA Abdya

“Apa sebab Pemkab Abdya bisa mengestimasi angka SILPA sebesar itu, berarti sudah tentu serepan anggaran dalam tahun 2015 tidak mencapai target. Dengan demikian kita pertanyakan kinerja SKPK di Abdya,” ungkap Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Abdya Miswar SH, Kamis (19/11/2015).

Dikatakan Miswar, semestinya ini merupakan tugas DPRK dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja sejumlah instansi di Abdya, agar mereka bisa serius dalam menyelesaikan sejumlah kegiatan yang telah direncanakan.

Disamping itu, Bupati juga harus siap menegur sejumlah instansi yang lamban, agar kegiatan yang bersarang di sejumlah SKPK itu bisa selesai pada akhir tahun.

“YARA berharap Bupati dan DPRK bisa bekerja sama dan besinergi dalam mempercepat penyerapan anggaran APBK dan memberikan hasil maksimal yang nyata,” ungkap Miswar.

Kata Miswar lebih lanjut, pada tahun 2014 dan 2015, APBK Abdya terjadi SILPA, sementara dalam tahun 2016, Pemkab Abdya telah merencanakan APBK sebesar Rp.1 trilun lebih, dimana jumlah tersebut jauh lebih besar dengan APBK tahun 2015 yang hanya mencapai Rp.933 milyar lebih.

“Dipastikan SILPA dalam tahun 2016 bisa jadi bertambah, jikalau Pemkab Abdya tidak serius melakukan pengawasan serta membuat perecanaan yang matang, jangan sampai terjadi tumpang tindih kegiatan yang ujungnya akan terjadi pembengkakan sisa anggaran,” ujarnya.

Dilain sisi, YARA juga menyorot perjalanan dinas Bupati Abdya termasuk sejumlah instansi terkait lainnya dalam agenda untuk melobi anggaran keluar daerah, padahal anggaran yang sudah ada dalam daerah saja tidak sanggup untuk dihabiskan.

Sementara itu, Sekretaris Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Abdya, Firmansyah, yang dihubungi wartawan, Kamis (19/11/2015) menyebutkan, realisasi anggaran dalam tahun 2015 hingga bulan Oktober sudah mencapai 50 persen lebih.

“Bisa jadi dalam bulan November sudah bertambah lagi,” sebutnya.

Dikatakan Firman, mengenai persentase serepan anggaran APBK tahun 2015, jangan berpatokan pada realisasi belanja langsung saja, sebab paket pengerjaan fisik banyak telah dikerjakan, hanya saja pihak rekanan belum melakukan penarikan dana, karena masih dalam termin pertama sementara pekerjaan mungkin sudah mencapai 50 persen lebih.

Menurut Fiman, tentang estimasi SILPA tahun 2015, pihaknya tidak menapik akan hal itu, sebab ada sejumlah paket yang akan ditender ulang dalam tahun 2016.

“Bisa saja itu terjadi, namun, persoalan berapa SILPA anggaran tahun 2015 itu, akan diketahui pada awal bulan Desember mendatang,” singkat Firman. [Rizal]

To Top