Sosial

Perdamaian Aceh, Unsyiah Anugerahkan Gelar Honoris Causa Kepada Jusuf Kalla

Perdamaian Aceh, Unsyiah Anugerahkan Gelar Honoris Causa Kepada Jusuf Kalla
Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng

ACEHTERKINI.COM | Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mendapat gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C) dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bidang perdamaian. Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan, gelar Honoris Causa untuk Jusuf Kalla adalah pemberian yang ketiga oleh Unsyiah.

“Dua tahun lalu, saat rapat senat muncul beberapa nama untuk gelar Doktor Honoris Causa, tahun 2013 kita berikan kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Samsul Rizal kepada wartawan di Hotel Hermes Palace, Rabu (11/11/2015).

Ia menjelaskan, pemberian gelar Honoris Causa kepada Jusuf Kalla akan diberikan pada Sabtu, 14 November 2015 pukul 14.00 wib. Jusuf Kalla akan menyampaikan pidatonya dalam rapat senat terbuka.

Pemberian Honoris Causa kepada Jusuf Kalla, kata Rektor Unsyiah karena JK (panggilan akrab Jusuf Kalla-red) aktif dalam proses perdamaian di Aceh.

“Saat menjadi Menko Kesra, JK sudah melakukan proses perdamaian untuk Aceh. Perdamaian Aceh tidak terlepas dari tangan JK, bahkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mengakui peran JK untuk damai Aceh,” terang Samsul Rizal.

Tidak hanya proses damai di Aceh, Menurut Samsul Rizal, JK juga aktif melakukan proses perdamaian di Mindanau, Thailand Selatan bahkan di Amerika Latin.

“Pantas Unsyiah memberikan penghargaan Gelar Honoris Causa kepada JK bidang perdamaian,” ujar Samsul Rizal.

Masih dikatakan Samsul Rizal, pemberian Gelar Honoris Causa ini melalui persyaratan yang sangat ketat, yaitu harus sarjana, ada buku yang ditulisnya, dan telah membuat suatu perubahan bagi masyarakat. “Kapan saja boleh diberikan, berdasarkan persyaratan tadi,” ujar Samsul Rizal menjawab pertanyaan wartawan terkait di Aceh juga ada tokoh perdamaian yaitu Malik Mahmud Al Haytar.

Untuk diketahui, pemberian Gelar Honoris Causa oleh Unsyiah sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Pertama kepada mantan Perdana Menteri Malaysia, Doktor Tun Mahathir Mohammad, bidang Kepemimpinan dan Pembangunan Ekonomi pada 3 Mei 2007, kemudian kepada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada 20 September 2013 dan yang ketiga kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada Sabtu, 14 November 2015. [Red]

To Top