Sosial

Pengapit Penguasa Cendrung Menjadi Ancaman Kebebasan Pers di Aceh

Pengapit Penguasa Cendrung Menjadi Ancaman Kebebasan Pers di Aceh
Yarmen Dinamika

ACEHTERKINI.COM | Ancaman Kebebasan Pers kemungkinan banyak dilakukan oleh tim pengapit penguasa di Aceh. “Itu terjadi enam bulan pasca dilantiknya Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, tapi sekarang sudah berubah,” kata Yarmen Dinamika.

Saat menjadi narasumber “Potret Kemerdekaan Pers” yang digagas Dewan Pers di Hotel Hermes Palace, Rabu (11/11/2015), Redaktur Harian Serambi Indonesia ini memaparkan sejumlah peristiwa yang dialami wartawan di Aceh dalam melakukan tugas liputan pasca damai di Aceh.

Ada sekian kasus yang dialami wartawan Serambi Indonesia dalam melakukan peliputan. “Ancaman kebebasan pers yang menghambat kerja wartawan sering dilakukan oleh orang yang dekat dalam lingkaran penguasa,” terang Yarmen.

“Ancaman kebebasa pers di Aceh tidak lagi dilakukan oleh intitusi negara, tapi bergeser kepada individu-individu,” terang Yarmen Dinamika.

Potret Kemerdekaan Pers yang diadakan Dewan Pers selama dua hari (11-12/11/2015) ini dalam bentuk seminar dan Forum Group Discussion (FGD).

“Ada 13 provinsi yang dilakukan survey kemerdekaan pers, Aceh merupakan provinsi yang ke-12,” kata Imam Wahyudi anggota Dewan Pers, di Hotel Hermes Palace, Rabu (11/11/2015).

Ia menjelaskan kebebasan pers diposisikan sebagai wujud kedaulatan rakyat. Jadi kebebasan pers adalah untuk rakyat bukan untuk pers.

Seminar “Potret Kemerdekaan Pers” ini dipandu langsung oleh Sekretaris Dewan Pers, Lumongga Sihombing dengan mengundang sebagai narasumber, Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, Redaktur Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika dan Anton Pradjasto dari Pokja Hukum Dewan Pers. [Red]

To Top