Sosial

Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan Tersangka Pengrusakan Rumah Ibadah di Aceh Singkil

Pengacara Dodi Candra Mengajukan Penangguhan Penahanan Kepada Tersangka Pengrusakan Rumah Ibadah di Mapolres Aceh Singkil, 6 November 2015. [Jamaluddin] 

ACEHTERKINI.COM | Pengacara Dodi Candra SH.MH dan Sufrizal Lubis SH  mengajukan penangguhan penahanan terhadap 4 kliennya yang menjadi tersangka kasus Pengrusakan rumah ibadah yang terjadi pada tanggal 13 Oktober 2015 di kecamatan Gunung Meriah kabupaten Aceh Singkil.

“Kita selaku penasehat hukum tersangka sudah mengajukan penangguhan penahanan ke Mapolres Aceh Singkil,” kata Dodi Candra kepada wartawan di Mapolres Aceh Singkil, Jumat,(6/11/2015).

Menurut dia, kliennya sudah kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Aceh Singkil dan tidak akan melarikan diri.

“Para tersangka  juga mendapat jaminan baik itu dari istri tersangka, ayah tersangka dan termasuk dari 24 orang Anggota DPRK Aceh Singkil, sehingga hal tersebut menjadi pertimbangan untuk mengajukan penangguhan penahanan,” tuturnya.

Dodi Candra juga menjelaskan umat Islam di Aceh Singkil saat ini menuntut keadilan dalam proses penegakkan hukum oleh Polres Aceh Singkil.

“Inikan ada konflik dengan masyarakat, puncaknya pada hari selasa 13 Oktober 2015,” terangnya.

Dalam insiden tersebut ada 2 tindak pidana yang terjadi seperti terjadinya pengrusakan terhadap tempat Ibadah dan adanya tindakan penembakan yang digunakan oleh pemilik senjata sehingga mengakibatkan 5 orang menjadi korban.

Kalau terhadap pelaku pengrusakan langsung dilakukan penangkapan sebanyak 47 orang oleh pihak kepolisian, yang kemudian hingga kini 4 orang yang ditahan.

“Seharusnya pihak kepolisian Resort Aceh Singkil pada saat itu juga langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku penembakan,” ujar Dodi didampingi oleh sejumlah tokoh Islam di Aceh Singkil.

Berdasarkan rasa ketidakadilan ini, maka pihak dari ormas Islam, tokoh Agama Islam serta mendapat dukungan dari 24 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Singkil, berjuang untuk mendapatkan hak untuk mengajukan penangguhan penahanan.

“Untuk itu kami selaku penasehat hulum tersangka berharap ada kebijakan dari pihak kepolisian Resort Aceh Singkil untuk dapat memberikan penangguhan penahanan. Tentunya demi penegakkan hukum yang berimbang atau tidak ada berdasarkan tekanan-tekanan dari pihak lain,” sebutnya.

Dodi Candra ke Mapolres Aceh Singkil, Jum’at didampingi dua orang istri tersangka, para orang tua, Dewan Pembina MUA Aceh Singkil, Yakarim Munir, Ketua FPI Aceh Singkil, Hambalisyah Sinaga, Forum Umat Islam ( FUI) Aceh Singkil, Ustd Azwar, Forum Kepala Imuem Mukim Aceh Singkil, Ustd Zainal Abidin, dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten  Aceh Singkil, Ir.H.Azmy. [Jamaluddin]

To Top