Kesehatan

Menderita Penyakit Aneh, Rendi Butuh Perhatian Pemerintah

ACEHTERKINI.COM | Rendi, bocah malang yang masih berusia 7 tahun, warga Kampong Teluk Rumbia Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil sangat membutuhkan perhatian pemerintah serta uluran tangan para dermawan.

Sudah setengah tahun lebih, bocah ini menderita penyakit aneh yang menyerang kaki mereka hingga membusuk sampai berulat. Mereka hanya terbaring tak berdaya ditempat tidur sambil meringgis kesakitan.

Menderita Penyakit Aneh, Rendi Butuh Perhatian Pemerintah

“kami sangat membutuhkan dukungan dan perhatian dari pemerintah serta dari semua kalangan para dermawan untuk dapat berkenan membantu biaya untuk perobatan anak kami yang menderita penyakit aneh, kakinya sudah mulai membusuk,” ujar Mahfuddin, Ayah Rendi kepada wartawan, Senin (23/11/2015).

Ia menjelaskan penyakit yang diderita oleh putranya itu awalnya hanya mengalami bengkak biasa. Akan tetapi setelah berulang kali diobati bengkak kaki anaknya itupun tidak kunjung membaik yang akhirnya pecah dan membusuk dan semakin hari penyakitnya terus menjalar.

“Pertama anak saya mengeluh karena panas dan mengalami gatal-gatal, dan hingga akhirnya penyakit anak saya semakin parah dan saya juga tak kuasa melihat dan mendengar anak saya menjerit setiap saat karena tak kuat menahan rasa sakit,” terang sang ayah sambil meneteskan air matanya.

Mahfuddin menjelaskan, pasca musibah putranya itu, dirinya telah melakukan berbagai macam upaya membawa anaknya untuk berobat, dengan kata lain anaknya tersebut sudah keluar masuk puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil, bahkan sudah pernah dirujuk ke rumah sakit di Medan Provinsi Sumatera Utara.

“Kami sudah tidak bisa berbuat apa dan tidak tau harus mengadu kemana lagi, mau tidak mau dan kami pun harus mau merawat anak kami dirumah, mudah-mudahan Allah SWT, memberikan kesembuhan buat anak saya,” harap Mahfuddin.

Mahfuddin juga menyebutkan atas saran saudaranya, belum lama  ini sudah pernah mengajukan proposal berupa permohonan bantuan dana kepada pemerintah daerah setempat. Sayangnya, hingga kini belum juga ada tanggapan. [Jamaluddin]

To Top