Hukum

MaTA : Dua Tahun Tipikor Aceh Vonis Bebas 8 Kasus Korupsi

ACEHTERKINI.COM | Selama kurun waktu dua tahun (2013-2015), Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mencatat sudah delapan kasus korupsi yang mendapat vonis bebas di Pengadilan Tipikor Aceh.

Peneliti Hukum MaTA, Sari Yulis dalam keterangan tertulisnya kepada acehterkini, Kamis (19/11/2015) mengatakan, vonis bebas yang dijatuhkan majelis hakim Tipikor terhadap mantan Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim telah menambah catatan hitam pemberantasan korupsi di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Berdasarkan catatan MaTA, selama kurun waktu 2013 – 2015 pengadilan Tipikor Banda Aceh telah menjatuhkan vonis bebas sebanyak 8 kasus dengan 14 orang tervonis. Ini menunjukkan bahwa Pengadilan Tipikor belum sepenuhnya menerapkan pemberian efek jera kepada pelaku korupsi.

Menyikapi vonis bebas terhadap Akmal Ibrahim, mantan Bupati Aceh Barat Daya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera melakukan kasasi  terhadap vonis tersebut.

Ini wajib segara dilakukan mengingat vonis ini telah mencoreng semangat pemberantasan korupsi di Aceh.

Selain itu, dengan dilakukannya kasasi menunjukkan JPU yakin bahwa dakwaannya itu benar memenuhi unsur yang terkandung dalam pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Kasasi yang akan dilakukan ini nantinya juga sebagai bukti kepada publik bahwa JPU bersikap independen dalam mengungkap kasus tersebut,” sebut Sari Yulis.

MaTA menilai vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkesan “aneh” yang menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah.

Padahal berdasarkan hasil audit yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan menunjukkan potensi kerugian Negara dalam kasus tersebut mencapai Rp. 764 juta lebih.

Secara prinsip, MaTA mendukung upaya kasasi yang akan dilakukan oleh JPU.

Bagi MaTA, upaya kasasi ini merupakan langkah yang wajib ditempuh oleh JPU mengungkap kebenaran kasus ini, sehingga tidak ada pengkaburan indikasi korupsi kasus tersebut. [Red]

To Top