Hukum

Laka Tunggal, Warga Riau Meninggal di Abdya

Laka Tunggal, Warga Riau Meninggal di Abdya
Mobil Pajero Sport BK 19 HC Mengalami Kecelakaan di Abdya, 4 November 2015 [Rizal] 

ACEHTERKINI.COM | Denny Triasmara (28) warga Desa Rintis, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekan Baru-Riau, meninggal dunia setelah Mobil Pajero Sport yang ditumpanginya terjungkal kedalam parit akibat menghindar seekor kerbau di Jalan Nasional, Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (4/11/2015) sekitar pukul 02.30 WIB.

Mobil dengan Nomor Polisi (Nopol) BK 19 HC yang disopiri Joko Hido Yamamoto (24) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Medan, Kota Medan-Sumatra Utara, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Blangpidie menuju Tapaktuan, setiba di jalan Nasional Desa Suak Labu, Kecamatan Tangan-Tangan, melintas sekawanan ternak (Kerbau).

Untuk menghindar dari hewan ternak itu, sopir mobil diduga banting setir kearah kanan jalan, dan akhirnya masuk kedalam parit, sehingga membuat mobil mengalami rusak berat akibat menabrak dinding parit, sementara kaca mobil pecah berhamburan.

“Sejumlah barang bukti berupa mobil termasuk surat-surat kendaraan sudah kita amankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH melalui Kasat Lantas Iptu Rj Agung Pratomo SIK yang dihubungi wartawan, Rabu.

Dikatakan Agung, akibat insiden laka tunggal itu, Denny Triasmara meninggal dunia, sementara sopir mobil Joko Hido Yamamoto masih menjalani perawatan secara insentif di ruang ICU Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya karena mengalami patah tulang di bahu sebelah kanan.

“Korban yang meninggal dunia sudah dipulangkan ke Pekan Baru-Riau menggunakan pesawat dari Bandar Udara Kuala Batu, Kecamatan Susoh. Sementara Sopir Mobil (Joko) belum bisa dimintai keterangan karena sedang dalam masa perawatan secara intensif,” terang Kasat Lantas Agung.

Dikatakan Agung, sejauh ini pihaknya belum bisa menetapkan sopir mobil sebagai tersangka, karena mesti dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Apabila yang bersangkutan (Joko) terbukti lalai hingga mengakibatkan korban jiwa, maka baru bisa dijatuhi hukuman sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009 pasal 229 huruf (c) kecelakaan lalu lintas berat, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.

Atau juga diatur dalam pasal 234 ayat (1) UU LLAJ yang berbunyi “pengwmudi, pemilik kendaraan bermotor, dan/atau perusahaan angkutan uum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian pengemudi. (Rizal)

To Top