Sosial

Korban Abrasi Butuh Perhatian Pemerintah Abdya

ACEHTERKINI.COM | Usaha perabot milik Teuku  Saiful TB (40) warga Dusun Rahmat, Desa Persiapan Tokoh II (Dua), Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) jatuh kedalam sungai sejak dua tahun yang lalu akibat terseret arus air.

Kejadian itu dialami Saiful, sekitar awal tahun 2014 lalu, sayangnya hingga saat ini, usaha perabot miliknya itu, luput dari perhatian pemerintah setempat.

“Belum ada bantuan sedikitpun dari pemerintah, pasca usaha perabot saya hanyut diterjang arus air sekitar dua tahun yang lalu,” kata Saiful kepada wartawan Selasa (17/11/2015).

Perabot tersebut, lanjut Saiful merupakan satu-satunya usaha yang menghidupi istri dan ketiga anaknya selama ini. Setelah usaha itu ludes, Saiful mengaku sempat kehilangan mata pencaharian.

Meskipun kerugian hanya berkisar 80 juta lebih, tapi bagi Saiful, uang sebanyak itu cukup beharga. Ditambah lagi semua bahan alat perabot, lemari dan kayu hanyut semua terseret arus.

Usaha Perabot Milik T. Saiful, Warga Lembah Sabil Abdya Ambruk Ke Sungai

Saat kejadian itu menimpanya, Saiful tidak sempat memberitahukan kepada pihak terkait, lantaran saat itu ia dan keluarga masih disibukkan dengan musibah yang terjadi. “Setelah lima hari kejadian baru saya laporkan ke kantor Bupati, kata mereka tidak bisa lagi dibantu sebab sudah telat diberitahu, seharusnya satu hari setelah kejadian,”kilasnya.

Meski demikian, Saiful tak putus asa, sedikit demi sedikit ia mulai merintis kembali usaha yang sudah ditekuninya itu walau hanya bermodal seadanya asal bisa menghidupi keluarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Tokoh II T Jasman Nur membenarkan bahwa hingga saat ini warganya yang tertimpa musibah itu belum  tersentuh dengan bantuan.

“Usaha Saiful memang telah hanyut pasca banjir dua tahun yang lalu, tapi saya tak ada bantuan untuk menghidupkan kembali usahanya itu,”kata Jasman.

Mengenai hal itu, Camat Lembah Sabil Usmadi SPd yang dihubungi wartawan terpisah, mengaku tidak mengetahui adanya kejadian yang menimpa usaha parabot milik Saiful. “Kita cuma menerima laporan tentang abrasi sungai, dan kita sudah turun langsung untuk meninjau, namun sejauh ini kita tidak menerima laporan tentang usaha perabot yang terkena abrasi,” ungkapnya.

“Musibah seperti itu bukan ranahnya pihak kecamatan, kita hanya perpanjangan untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait, asalkan ada laporan dari warga dimaksud,” demikian singkatnya. (Rizal)

To Top