Peristiwa

Kabupaten Pidie Banjir dan Longsor, Lintas Tangse Terganggu

ACEHTERKINI.COM | Hujan yang terus mengguyur Kabupaten Pidie selama sepekan ini mengakibatkan Krueng Tiro dan Krueng Baroe meluap hingga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik. Ribuan rumah tergenang, lintas Beureunen – Tangse terganggu, Minggu (29/11/2015).

Kepala BPBD Pidie, Afriadi mengatakan air mulai surut tapi masih tajam. “Kita kosentrasi di Desa Jojo, Kecamatan Mutiara Timur. Ada 9 kecamatan di Pidie yang dilanda banjir,” kata Afriadi saat dihubungi acehterkini, Minggu (29/11/2015) malam.
Kabupaten Pidie Banjir dan Longsor, Lintas Tangse Terganggu
Sembilan kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Indra Jaya, Beureunen, Mutiara Timur, Mutiara Barat, Keumala, Tangse, Pidie, Kota Sigli dan Kembang Tanjong.
Ia menjelaskan lintas Banda Aceh – Medan normal. Tidak ada gangguan, hanya saja macet karena masyarakat menumpuk di badan jalan. 
Sedangkan lintas Beureuneun– Tangse itu terganggu karena longsor di Geunie dan Blang Malo. “Kemudian ada badan jalan putus di Kecamatan Keumala,” kata Afriadi.
Masih dikatakan Kepala BPBD Pidie, ketinggian air Minggu sore tadi mencapai 2 meter. Saat ini sudah mulai surut, tapi arusnya masih sangat tajam. Ribuan unit rumah terendam, satu orang tua ibu-ibu di Desa Jojo meninggal dunia bukan karena terseret arus tapi karena kondisi panik.
Banjir dan longsor ini kata Kepala BPBD Pidie karena hujan lebat sejak sepekan kemarin yang mengguyur daerah penghasil emping melinjoe itu. 
“Hujan terus mengguyur terutama di daratan tinggi, Tangse, Mane dan Geumpang, hingga Krueng Baro dan Krueng Tiro meluap mengakibatkan banjir di kawasan hilir,” terang Afriadi. [Red]

To Top