Sosial

Jepang Tawarkan Pembangunan Museum Tsunami Dunia di Aceh

ACEHTERKINI.COM  Pemerintahan Jepang menawarkan berbagai kerjasama dengan Pemerintah Aceh, salah satunya terkait penanggulangan bencana dalam rangka meningkatkan pemahaman tentang resiko bencana. Hal itu disampaikan Ketua Liga Parlemen Jepang, Toshihiro Nikai saat berkunjung ke Aceh, Kamis (26/11/2015).

“Aceh dan Jepang pernah sama-sama mengalami bencana tsunami yang dasyhat,” katanya. Dihadapan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Toshihiro mengajak kerjasama dengan Aceh untuk penanggulangan bencana sebagai upaya mengatisipasi bencana alam.

Jepang Tawarkan Pembangunan Museum Tsunami Dunia di Aceh
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menerima kunjungan Pemerintahan Jepang membahas kerjasama Penanggulangan Bencana dan Pembangunan Sektor Pertanian di Aceh, 26 November 2015. 

Toshihiro Nikai bersama rombongan melakukan kunnjungan ke Aceh untuk meninjau situs peninggalan bencana tsunami. Mereka mengunjungi kuburan massal, museum tsunami, PLTD Apung dan situs-situs tsunami lainnya di Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Kerjasama dibidang penanggulangan bencana sangat penting mengingat Aceh dan Jepang memiliki hubungan emosional dalam penanganan resiko bencana, saya menggagaskan kerjasama Museum Tsunami Aceh dan Jepang, dan ini akan menjadi satu satunya kerja sama Museum Tsunami di Dunia.” Janji Toshihiro Nikai kepada Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama sejumlah SKPA.

“Semoga Pemerintah Aceh segera menindaklanjuti  dan membahas lebih lanjut tawaran tersebut, kami akan undang Gubernur Aceh ke Jepang,” harap Toshihiro Nikai.

Menanggapi janji tersebut, Gubernur Aceh akan membahas kembali secara rinci terkait kerjasama yang ditawarkan Pemerintah Jepang.

Selain kerjasama bidang penanggulangan bencana, Jepang juga menawarkan kerjasama pembangunan di bidang pertanian.

“Aceh adalah prioritas utama kami dalam mengembangkan sektor pertanian,” kata Ketua Liga Parlemen Jepang itu.

“Jepang akan melakukan kerjasama dalam ketahanan pangan, produk pertanian serta teknologi pertanian, Aceh akan menjadi prioritas utama Pemerintah Jepang untuk mengembangkan sektor pertanian,” ungkapnya.

“Saya beberapa bulan yang lalu terpilih sebagai Ketua Asosiasi Kajian Pertanian Jepang, karena Aceh memiliki lahan yang luas dan subur, Aceh terpilih sebagai daerah pertama untuk dilakukan kajian dibidang pertanain, hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Jepang,” kata Toshihiro Nikai.

Tawaran ini ditanggapi serius oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. “Aceh sekarang cukup kondusif, kami membuka lebar dan mengundang para investor asing untuk berinvestasi di Aceh dalam berbagai bidang,” harap Zaini Abdullah. [Edi]

To Top