Sosial

Gubernur Aceh : Awas “Kiamat” Budaya Bakal Mengancam

ACEHTERKINI.COM | Event kebudayaan yang dilakukan selama ini adalah untuk mengokohkan identitas diri sekaligus menujukkan sebuah sikap kepedulian kita pada sejarah. “event kebudayaan sangat penting dilakukan mengingat kecenderungan generasi muda yang mulai melupakan budaya sendiri,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

“Kita melihat banyak anak-anak muda Aceh yang begitu suka musik-musik luar, tapi terkadang enggan mempelajari pantun-pantun Aceh dan hikayat perang sabi. Banyak pula yang suka kepada tari-tarian modern, tapi lupa pada Tari Seudati, Saman dan sebagainya. Kalau saja semua budaya luar itu diterima mentah-mentah, perlahan-lahan identitas keacehan kita akan hilang,” kata Zaini Abdullah saat membuka Pekan Kebudayaan Aceh Timur dalam rangka HUT Aceh Timur ke-59, Senin (23/11/2015).

Gubernur Aceh : Awas “Kiamat” Budaya Bakal Mengancam

Gubernur mengkhawatirkan, jika tren tersebut terus berlanjut, maka dalam beberapa tahun mendatang, generasi muda Aceh  tidak akan mengenal lagi seni budaya khas Aceh, seperti Meurukon, Dalail Khairat, rapa’i dan lain sebagainya.

“Jika ini yang terjadi, kiamat budaya akan menimpa Aceh. Kita akan menjadi masyarakat global yang tidak memiliki karakter yang khas.” tegas Doto Zaini.

Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur mengajak semua pihak untuk mengangkat kembali seni budaya daerah.

“Mari kita aktif menyelenggarakan berbagai festival seni budaya untuk mendorong masyarakat agar tidak melupakan identitas keacehannya,” himbau Zaini kepada seluruh pimpinan daerah di kabupaten kota di Aceh.

“Melalui event kebudayaan seperti ini Pekan Kebudayaan Aceh Timur ini kita mengajak kembali masyarakat untuk lebih mengenal karakter daerah dan memahami kembali tokoh-tokoh Besar Aceh yang menjadi sosok penting bagi kemajuan dan pembangunan Aceh,” harap gubernur.

Pada kesempatan itu, Zaini Abdullah berpesan agar event kebudayaan dapat memperkuat semangat perdamaian dalam membangun Aceh yang lebih baik di masa mendatang.

Seluruh generasi muda Aceh, kata Zaini agar kembali mencintai seni dan budaya daerah dengan cara mempelajari dan mengembangkannya. Generasi muda Aceh harus menjadikan seni budaya sebagai filter untuk menyaring masuknya budaya asing akibat pengaruh globalisasi dunia. [Red]

To Top