Lingkungan

Enam Perusahaan Tambang Emas Lakukan Ekplorasi Di Aceh Tengah

ACEHTERKINI.COM | Ada enam perusahaan tambang emas yang sedang melakukan eksplorasi di Kabupaten Aceh Tengah. Perusahaan itu tersebar di sejumlah titik yaitu, Linge, Bintang, Ketol, Pegasing, Celala dan Rusip Antara.

Kepala Dinas Peritambangan Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tengah, Munzir mengatakan keenam perusahaan tersebut seluruhnya bergerak di Aceh Tengah hanya sebatas eksplorasi (penelitian) saja.

“Belum sampai tahapan eksploitasi (penambangan), karena izin keenam perusahaan tersebut hanya sebatas eksplorasi”, ujar Munzir di Takengon, Senin (16/11/2015).

Menurutnya izin yang dikantongi keenam perusahaan tersebut sesuai dengan dasar hukum penerbitan izin usaha pertambangan yaitu Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinas Perindag Aceh Tengah, saat ini keenam perusahaan yaitu PT. Linge Mineral Resources, PT. Takengon Mineral Resources, PT. Surya Mineral Resources, PT. Nanggroe Khuchi Peuga I dan II serta PT. Fajar Putra Manggala melakukan eksplorasi tambang emas di sejumlah kecamatan dengan total area seluas 95.451 hektar.

Munzir mengakui sebelumnya ada 13 perusahaan yang memiliki izin eksplorasi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, namun mungkin karena hasil eksplorasi tidak sesuai harapan, sehingga tujuh perusahaan mundur sendiri atau mengembalikan areal penelitian umumnya kepada Pemerintah Aceh Tengah

Ditambahkan Munzir, banyak keuntungan dengan eksplorasi yang dilakukan, diantaranya Aceh Tengah mendapatkan data tentang isi bumi, karena pihak perusahaan melaporkan hasil eksplorasi secara berkala.

Data tentang isi bumi ini tidak mungkin diperoleh Pemkab Aceh Tengah dengan penelitian sendiri karena membutuhkan biaya yang besar.

Disamping itu, pihak perusahaan juga diwajibkan untuk membayar sewa tanah (land rent) sesuai izin masing-masing yang disetor langsung ke kas negara.

“Kita peroleh data, ada income untuk negara, dan yang penting juga diketahui ada tenaga kerja lokal yang dilibatkan dalam kegiatan eksplorasi,” tutur Munzir.

Untuk dimaklumi, kata Munzir, bahwa izin eksplorasi usaha pertambangan berbeda dengan izin eksploitasi. Izin eksplorasi hanya bersifat penelitian umum untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi hasil tambang

“Apabila dari hasil eksplorasi atau penelitian umum terdapat indikasi hasil tambang yang secara ekonomis dan terkini layak dilakukan penambangan, baru perusahaan mengajukan izin usaha eksploitasi,” ujar Munzir yang menambahkan bahwa persyaratan izin eksploitasi lebih ketat, baik menyangkut lingkungan alam maupun lingkungan masyarakat. [Red]

To Top