Politik

Duh, Golkar Bilang Gubernur Aceh Arogan

Duh, Golkar Bilang Gubernur Aceh Arogan
Muntasir Hamid

ACEHTERKINI.COM | Sekretaris Golkar Aceh, Muntasir Hamid menyayangkan sikap Gubernur Aceh, Zaini Abdullah yang telah melakukan intervensi keputusan politik Golkar terkait pergantian antar waktu (PAW) Partai Golkar di DPR Aceh.

“Gubernur Aceh telah mencoreng nama baik Pemerintah Dan Lembaga DPRA,” kata Muntasir dalam keterangan yang diterima acehterkini, Senin (9/11/2015).

Menurut Muntasir Hamid, surat permohonan kepada Gubernur Aceh terkait reposisi pimpinan DPR Aceh itu telah ditanda-tangani oleh Plt. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf setelah Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mereposisi Wakil Ketua DPRA dari Partai Golkar menyusul adanya surat usulan penggantian pimpinan DPRA dari DPD I Partai Golkar Nomor B-17/DPD-I/GK/IX/2014 tanggal 16 September 2015 yang ditanda-tangani oleh Ketua DPD Tingkat I Partai Golkar Provinsi Aceh, Drs. H. M Yusuf Ishaq.

DPR Aceh melakukan reposisi pimpinan pada 30 September 2015. “Ini sama saja sikap Gubernur Aceh, telah melecehkan dan mencoreng nama baik Pemerintah Aceh, karena posisi Tgk Muzakir Manaf selaku Plt. Gubernur sah menurut hukum. Ini adalah sikap Gubernur Aceh yang arogan,” jelas Muntasir.

Menurut Muntasir Hamid sikap intervensi Gubernur Aceh Zaini Abdullah terkait pemberhentian Sulaiman Abda sebagai pimpinan DPR Aceh, tindakan gubernur yang ikut melayangkan surat kepada mendagri dinilai telah melecehkan hak Wakil Gubernur yang sedang menjalankan menjalankan tugasnya dan keputusan Paripurna DPR Aceh sebagai lembaga terhormat.

“Surat Gubernur yang menyusul surat pengantar Muzakir Manaf tentang hasil paripurna DPRA, itu sangat melecehkan dan telah membuat malu Pemerintahan Aceh yang tidak kompak,” kata Muntasir Hamid .

Dikatakan juga, secara etika gubernur tidak perlu mengirim kembali surat ke Mendagri untuk membatalkan surat hasil paripurna DPRA tersebut, karena itu sudah menjadi keputusan parlemen tertinggi dari lembaga DPR.

Muntasir berharap Gubernur Aceh untuk tidak membuat gaduh internal Partai Golkar Aceh. [Red]

To Top