Ekonomi

Alhamdulillah, 2.000 Lebih Fakir Miskin, Mualaf di Abdya Terima Zakat Profesi

Wakil Bupati Abdya, Erwanto Menyerahkan Zakat Profesi Tahap Kedua Kepada Warga Fakir, Miskin di Masjid At Taqwa, Desa Kedai Manggeng, 3 November 2015. [Rizal] 

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Baitul Mal setempat kembali menyerahkan zakat profesi kepada dua ribuan lebih warga fakir, miskin dan mualaf yang berada di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat.

Kepala Baitul Mal Abdya Muslizar MT mengatakan, zakat yang diberikan 2,5 persen dari harta para PNS tersebut merupakan dana yang terkumpul dalam tahun 2013 dan 2014 yang disalurkan pada tahun 2015 dengan total anggaran sebesar Rp1.718.560.860 untuk penyaluran tahap ke dua.

Sementara pada tahap pertama Pemkab Abdya melalui Baitul Mal telah menyerahkan zakat profesi senilai Rp1.252.600.000 jelang Hari Raya Idul Fitri 1436H.

Total dana zakat yang sudah disalurkan sebesar Rp2.971.160.860, dengan demikian terhitung sampai dengan November 2015, Baitul Mal Abdya telah mengumpulkan zakat profesi sebesar Rp5.618.029.220.

“Dari tahun 2013 sampai 2015 terkumpul zakat profesi sebesar Rp5 milyar lebih. Sementara sekitar 2 milyar lebih sudah disalurkan dalam tahun 2015, jadi tersisa sekitar 2 milyar lebih lagi untuk disalurkan ketahap selanjutnya,” terang Muslizar saat membagikan zakat profesi kepada ratusan warga Kecamatan Lembah Sabil dan Manggeng yang berlansung di Mesjid At-Taqwa Desa Kedai, Manggeng, Selasa (3/11/2015).

Kemudian di hari yang sama, lanjut Muslizar, pihaknya juga akan menyerahkan zakat profesi di Kecamatan Tangan-Tangan dan Kecamatan Setia.

Besok, kata Muslizar, penyerahan zakat tersebut akan berlansung secara seremonial di ruang lobi Kantor Bupati Abdya untuk wilayah Kecamatan Blangpidie.

Selanjutnya, Baitul Mal atau Badan Zakat Infaq dan Sadaqah (ZIS) juga akan menyerahkan zakat profesi kepada penerima yang berhak di Kecamatan Susoh, Jeumpa, Kuala Batee, dan Babahrot.

Wakil Bupati Abdya Erwanto mengatakan, dalam melayani rakyat, pemerintah juga memiliki kewenangan untuk mengelola ZIS. Dimana seluruh dana yang terkumpulkan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

Erwanto juga mengajak seluruh perusahaan yang ada di Abdya agar bisa menyalurkan zakat di Baitul Mal Abdya.

“Semakin bertambahnya jumlah zakat di Abdya, maka jumlah yang diterima juga akan bertambah, upaya pemerintah adalah untuk memandirikan penerima zakat itu sendiri, sehingga jumlah penerima zakat di Abdya secara perlahan akan berkurang,” tuturnya singkat.

Jumlah zakat yang diserahkan kepada penerima fakir sebesar Rp1 juta per orang, Miskin Rp600 ribu per orang, Petugas Kebersihan Rp600 ribu per orang, tukang parkir Rp600 ribu perorang dan Mu’alaf Rp1 juta per orang. (Rizal)

To Top