Politik

Abdullah Saleh : Design Bendera Aceh “Harga Mati”

ACEHTERKINI.COM | Ketua Komisi I DPRA, Abdullah Saleh menegaskan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 sudah sah. “Sulit sekali untuk mundur mengubah design bendera Aceh,” kata Abdullah Saleh, Sabtu (21/11/2015).

Dikatakannya ada kekhawatiran pusat yang paling mendasar adalah jangan sampai bendera Aceh ini bisa membangkitkan semangat separatis kembali atau semangat memerdekakan Aceh dari Republik Indonesia.

Abdullah Saleh : Design Bendera Aceh “Harga Mati”

“Tapi kenyataannya sudah dari tahun 2013 hingga 2015 tidak ada tanda-tanda dengan bendera ini untuk membangkitkan semangat  separatis yang dicurigai sudah tidak terbukti, 3 tahun sudah cukup sebagai bukti apa yang dikhawatirkan pusat itu tidak ada,” pungkas Abdullah Saleh, Politisi Partai Aceh.

Design bulan bintang sebagai Bendera Aceh tidak berubah lagi, sulit kalau kita mundur lagi, kita sudah maju jauh, sedikitpun tidak bisa berubah lagi bentuk bendera Aceh,” tegas Abdullah Saleh didampingi rekan-rekannya dari Partai Aceh, Azhari Cage dan Tgk. Harun.

Dengan dibentuknya Pansus Bendera dan Lambang Aceh ini diharapkan ada kepastian dalam implementasi qanun tersebut secara umum di Aceh di tahun 2016.

“Aceh Utara sudah menganggarkan dana di APBK untuk membangun tiang bendera setiap instansi di tahun 2016,” sambung Azhari Cage.

“Kita akan bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo untuk meminta restu agar Bendera dan Lambang Aceh ini bisa dikibarkan di seluruh Aceh,” demikian Azhari Cage yang juga anggota Pansus Bendera dan Lambang Aceh.

Sebelumnya Staf Ahli Menkopolhukkam Bidang SDM dan Iptek, Andrie T.U Soetarno, mengatakan Bendera Aceh bisa selesai jika Pemerintah Aceh mau mengubah bentuknya tidak menyerupai bendera GAM.

“Kita lupakan, ngak usah lagi ingat GAM, sesuai dengan budaya di Pemda lah jangan menyerupai bendera GAM,” tegas dia kepada wartawan usai seminar 10 Tahun Perdamaian Aceh di Gedung AAC Dayan Dawood, 20 Oktober 2015.

Wakil Ketua Desk Otsus Aceh ini mengatakan silahkan Aceh memiliki bendera dan lambangnya sendiri sesuai dengan kedaerahannya sendiri tapi tidak menyerupai bendera dan lambang GAM.

“Sekarang ini belum selesai, karena yang disodori Pemerintah Aceh dan DPR Aceh itu masih sama dengan Bendera dan Lambang GAM, ini menujukkan ada yang belum konsisten dengan aturan yang kita buat,” tegas Andrie.

Masih tersendatnya masalah Qanun Bendera ini kata Andrie karena Pemerintah Aceh dan DPR Aceh belum mengklarifikasi qanun yang dimaksud. [Firman]

To Top