Lingkungan

5 Desa di Abdya Terancam DAS Krueng Baru

ACEHTERKINI.COM | Aliran Sungai (Krueng) Baru yang menjadi pembatas antara Kabupaten Abdya dan Aceh Selatan secara perlahan mulai mengikis tebing sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Sementara disepanjang DAS tersebut, terdapat pemukiman warga mulai dari Desa Kayee Aceh, Meunasah Sukon, Meunasah Tengah, Geulanggang Batee, Ujung Tanah dan Kuta Paya.

Agus warga Desa Kuta Paya, Jumat (27/11/2015) yang ditemui wartawan mengatakan, jika curah hujan tinggi maka arus air semakin deras dan tajam, sehingga tebing sungai di sepanjang DAS  Krueng Baru mulai terkikis dan mendekati pemukiman warga. Terkadang kerap terjadi banjir luapan hingga merendam rumah-rumah penduduk.

 5 Desa di Abdya Terancam DAS Krueng Baru
DAS Krueng Baru di Abdya Semakin Terancam [Rizal]

“Apa yang kita alami disini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah, baik di Abdya maupun di Provinsi Aceh, karena DAS Krueng Baru mulai mencemaskan,”ungkapnya.

Usmadi selaku Camat Lembah Sabil juga membenar kondisi DAS Krueng Baru yang mulai menimbulkan kecemasan bagi ribuan warga setempat.

Dikhawatirkan rumah warga yang berada di lima desa tersebut akan menjadi sasaran amukan luapan banjir. Tidak hanya itu, pengikisan tebing sungai akibat derasnya arus air semakin tidak terbendung.

Disebutkan Usmadi, belum lama ini pihaknya bersama dengan Wakil Bupati, DPRK Abdya dan dinas terkait telah turun langsung untuk melihat kondisi sungai secara langsung. Solusi agar ancaman erosi tidak melebar kemana-kemana, maka perlu dibangun tanggul pengaman tebing.

“Kondisi diwilayah kita itu sudah kita beritahukan, dengan demikian kami sangat mengharapkan agar pengaman tebing segera dibangun, karena cara itu lebih efektif untuk mengatasi itu semua,”demikian harapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Rahwadi AR didampingi Kabid Pengairan, Mulyadi mengaku telah mengusulkan pembangunan pengaman tebing untuk DAS Krueng Baru ke Dinas Pengairan Provinsi Aceh.

“Bukan hanya kita, Pak Wabup sendiri juga telah mengusulkan secara langsung ke Provinsi,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap agar Dinas Pengairan Provinsi Aceh segera merealisasi usulan dimaksud, karena secara perlahan DAS Krueng Baru akan menjadi ancaman berbahaya untuk rumah penduduk meskipun krueng baru merupakan salah satu objek wisata di Abdya, namun jika dibiarkan tanpa penanggulangan secara cepat, akan ada kerugian yang dialami, mulai dari rusaknya pemukiman warga hingga lahan pertanian warga setempat.

Sekilas dibayangkan, kalau tebing itu dibangun, maka akan dibutuhkan bentangan batu gajah sepanjang 5 Km lebih dan volume pembangunan itu dipastikan akan mampu membendung pengikisan tebing dan ancaman banjir luapan. (Rizal)

To Top