Sosial

Waduh, Aceh Kini Dalam Enam Darurat

Waduh, Aceh Kini Dalam Enam Darurat
Teks : Aksi LOPA di Abdya [Rizal] 

ACEHTERKINI.COM | Kondisi Aceh yang kini sedang dalam kritis atau darurat harus segera disikapi dengan cepat. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah mengklaim saat ini kondisi Provinsi Aceh dalam enam darurat.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehterkini, Selasa (13/10/2015) menyebutkan enam kondisi darurat yang kini sedang terjadi di Aceh adalah krisis keteladan pemimpin, korupsi, bencana, ukhuwah, narkoba dan kekerasan perempuan dan anak.

Munawar Syah menguraikan krisis keteladanan pemimpin ini menyinggung hubungan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang akhir-akhir ini menunjukkan ada persoalan yang belum selesai antara kedua pimpinan tersebut. Pemuda Muhammadiyah mendesak agar pemimpin Aceh lebih mengutamakan kemashalatan rakyat.

“Membangun Aceh tak bisa sendiri, kepemimpinan harus saling bersinergis, saling percaya dan saling mendukung,” ujar Munawar Syah.

Darurat Ukhuwah, kata Munawar Syah adanya benturan perbedaan pemahaman keagamaan yang diikuti dengan sikap fanatisme yang terjadi akhir-akhir ini. “Kita mengajak agar lebih
mengedepankan sikap tawasuth dan tasamuh (toleran-red),” kata Munawar seraya mengatakan Pemuda Muhammadiyah menolak secara tegas segala tindak kekerasan atas nama agama.

“Harus disampaikan dengan cara damai, santun, dan beradab agar Islam dan ummatnya benar-benar tampil sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam,” tuturnya.

Kemudian Aceh dalam Darurat Korupsi. Dikatakannya angka statistik yang jumlahnya sekitar 158 kasus yang ditangani Kajati Aceh pada Januari – Desember 2014. Pemuda Muhammadiyah mendukung keberadaan perwakilan KPK di setiap provinsi sebagai langkah tepat untuk penegakan hukum dan menyelamatkan uang rakyat.

Darurat terhadap narkoba juga dinilai sudah sangat memprihatinkan. Pemuda Muhammadiyah mengutip sumber penelitian BNN Pusat dengan Universitas Indonesia (UI) bahwa tingkat penyalahgunaan narkoba di Aceh sudah masuk peringkat delapan secara nasional pada tahun 2012.
Aceh merupakan peringkat kedua di Pulau Sumatera setelah Provinsi Sumatera Utara.

“Kami mengajak semua stakeholder untuk memerangi peredaran narkoba dan memberikan hukuman yang berat bagi pengedar dan bandar narkoba,” sebut Munawar Syah dalam Rapat Kerja Wilayah di SKB Lampineung, 10-11 Oktober 2015.

Selanjutnya Aceh Darurat Bencana yang kerap terjadi karena rusaknya lingkungan dan hutan. Menurut Munawar Syah, bencana tidak datang dengan sendirinya, sesungguhnya kita telah mengundangnya dengan perilaku yang merusak alam, eksplorasi SDA yang tidak memperhatikan kelestarian alam dan ekosistemnya berdampak luas bagi keberlangsungan hidup.

Lagi-lagi, Pemuda Muhammadiyah Aceh mengajak semua komponen untuk peduli demi terwujudnya kelestarian alam, kestabilan ekosistem dan menyelamatkan masa depan generasi Aceh.

Terakhir, Pemuda Muhammadiyah Aceh mengatakan kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Aceh sudah tergolong darurat. kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat signifikan di Aceh.

Tahun 2012, data dari BP3A Aceh, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 679 kasus kemudian meningkat di tahun 2013 menjadi 848 kasus. Di tahun 2014 menurun menjadi 788 kasus.

“Dalam dua minggu ini saja sudah 8 kasus yang terungkap ke permukaan. Ini hanya yang terekspos oleh media, diyakini masih banyak kasus kekerasan serupa yang terjadi akan tetapi tidak terlaporkan ke publik,” tulis Munawar Syah. [Red]

To Top