Layanan Publik

Takut Bermasalah Proyek Miliaran, 6 Paket Disdik Belum Dilelang

Takut Bermasalah Proyek Miliaran,  6 Paket Disdik Belum Dilelang

ACEHTERKINI.COM | Ada enam paket pengadaan alat kebutuhan pembelajaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bernilai miliaran rupiah hingga memasuki bulan Oktober 2015 belum juga dilelang, hal itu diduga akibat tak betahnya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di instansi setempat.

Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Abdya Sarjanuddin, yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam sejumlah proyek tersebut, Senin (5/10/2015) membenarkan kalau proyek bernilai miliaran rupiah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) belum dilelang.

Keterlambatan itu diakui Sarjanuddin, akibat adanya PPTK yang mengudurkan diri dari tugas yang telah ditunjuk. Dimana, pihaknya telah tiga kali melakukan pergantian PPTK. Sehingga membuat dokumen kelengkapan proyek terlambat diserahkan kepada panitia lelang.

“Kami telah tiga kali melakukan pergantian PPTK, sebab PPTK yang telah ditetapkan memilih mengundurkan diri dengan alasan takut bermasalah karena anggaran dari proyek tersebut berjumlah miliaran rupiah,” katanya kepada awak media di ruang kerjanya.

Setelah tiga kali melakukan pergantian PPTK, barulah semua dokumen proyek berhasil diserahkan ke panitia lelang, sebab PPTK yang terakhir ditunjuk bersedia menjalankan tugas..

“Saat ini dokumen proyek telah diserahkan kepada panitia lelang, Jadi saat ini kami hanya menunggu pihak rekanan sebagai pemenang lelang dan selanjutnya barulah dimulai pengadaan dari paket imaksud,” terang Sarjanuddin.

Data yang diperoleh wartawan, enam paket proyek miliaran rupiah yang bersumber dari DAK itu diantaranya, paket pengadaan alat peraga untuk siswa sekolah dasar (SD) bernilai sekitar Rp.2,175 miliar untuk 29 SD masing-masing Rp.75 juta.

Kemudian paket pengadaan alat praktek siswa sekolah menengah pertama (SMP) dengan anggaran sekitar Rp.2,431 miliar.

Paket alat praktek siswa sekolah menengah atas (SMA) senilai Rp.2,335 miliar. Paket alat laboratorium sekolah menengah kejuruan (SMK) senilai Rp.800 juta.

Paket alat praktek kejuruan senilai Rp.1,1 miliar dan paket alat praktek siswa SMK dengan anggaran sebesar Rp.2,071 miliar.

Selain menangani enam paket proyek miliaran Rupiah dari DAK, Disdik Abdya juga sedang menangani 23 paket proyek fisik disejumlah sekolah, mulai dari proyek pembangunan fisik di tingkat SD hingga ke tingkat SMA dan SMK.

Paket pangadaan dari DAK harus dikerjakan sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) DAK. Diupayakan akan selesai pada akhir November mendatang dan mudah-mudahan tidak ada rintangan apa-apa.

“Sedangkan 23 proyek pembangunan fisik itu anggarannya bersumber dari Otonomi Khusus (Otsus) dan secara umum telah berjalan bahkan ada yang telah diserah terimakan (PHO),”demikian tambah Sarjanuddin. [by.Rizal]

To Top