Ekonomi

Saluran Ambruk, Puluhan Hektar Sawah di Susoh Terancam Kering

Saluran Ambruk, Puluhan Hektar Sawah di Susoh Terancam Kering
Wabup Abdya Erwanto bersama dengan Kepala BPBK Abdya, Anwar Daud dan Camat Susoh, HNazli SSos, meninjau saluran tersier sayap kiri Kecamatan Susoh yang ambruk, Kamis (15/10/2015) [Rizal].  

ACEHTERKINI.COM | Sekitar 50 meter saluran tersier sayap kiri yang bersisian dengan Krueng (Sungai) Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ambruk dihantam banjir beberapa pekan lalu, sehingga diperkirakan 25 hektar areal persawahan produktif di kawasan Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh terancam kekeringan.

Camat Susoh, H Nazli SSos yang dihubungi wartawan, Kamis (15/10/2015) membenarkan situasi ambruknya saluran tasier itu sekitar hari Minggu (13/9/2015) lalu, akibat diterjang derasnya arus Krueng Susoh yang meluap hingga daratan.

Namun sayangnya, kondisi tersebut tidak masuk dalam laporan data tanggap darurat di Badan Penanggulangan Benacana Kabupaten (BPBK) Abdya, sehingga dana untuk perbaikan saluran tidak ada.

“Hanya keujrun blang dan para petani setempat yang mengetahui masalah itu. Tetapi kondisi itu tidak dilaporkan kepada pihak Kecamatan Susoh, melainkan dilaporkan langsung ke Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya,” ungkapnya.

“BPBK Abdya hanya menampung laporan dari setiap kecamatan, sehingga kerusakan saluran itu tidak masuk dalam data perbaikan yang dilakukan BPBK Abdya,” sambung Nazli usai melakukan peninjauan ke lokasi bersama dengan Wakil Bupati Abdya Erwanto, Kepala BPBK Abdya Anwar Daud dan instansi terkait lainnya.

Dikatakan, kondisi saluran memang sangat memperihatinkan. Namun berdasarkan hasil musyawarah sinkat dengan Wabup, BPBK, Dinas Pertanian dan Peternakan, Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum hingga sejumlah petani akan segera diperbaiki.

“Untuk sementara kami akan mengajak para petani bergotong royong. Namun kalau juga tidak teraliri air, maka lahan ini akan ditanami kacang tanah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala BPBK Abdya, Anwar Daud secara terpisah kepada wartawan mengatakan, penanggulangan yang akan dilakukan saat ini adalah dengan membuat saluran sementara, agar areal persawahan petani dapat dialiri air.

Namun, hal itu juga tidak bisa dilakukan secara serta merta, sebab saluran sementara yang akan dibuat itu tentunya melintasi tanah milik warga setempat.

Saluran sementara yang akan dibuat sepanjang 300 meter, sehingga pembagian air ke areal persawahan sekitar 25 hektar lebih itu dapat merata.

“Saluran yang ambruk itu letaknya sangat dekat dengan sungai, ketika dinding sungai longsor, maka saluran itu juga ikut rusak terkikis air, kalau sudah ada izin dari pemilik tanah, kemungkinan 2016 akan dilakukan pembangunan permanen,” singkatnya. (Rizal)

To Top