Sosial

Persoalan Gereja Illegal, FUI Nyatakan Sikap Tetap Harus Dibongkar

Persoalan Gereja Illegal, FUI Nyatakan Sikap Tetap Harus Dibongkar
Ustadz Hambalisyah Sinaga

ACEHTERKINI.COM | Terkait persoalan gereja illegal sebagaimana kesepakatan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, 12 Oktober 2015, Forum Umat Islam (FUI) menyatakan sikapnya agar gereja-gereja tersebut tetap harus dibongkar.

Pernyataan itu disampaikan FPI Aceh Singkil, Muhammadiyah, ICMI, PPI, Majelis Ulama Aceh (MUA), Imam Mukim Aceh Singkil, LSM dan sejumlah tokoh masyarakat muslim yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) dalam konperensi pers di Masjid Baiturrahman, Kampong Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Sabtu (17/10/2015).

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh Singkil, Ustadz Hambalisyah Sinaga kepada wartawan mengatakan pertemuan FUI menghasilkan 11 poin kesepakatan guna menyikapi perkembangan terkait gereja-gereja illegal di Aceh Singkil.

“Kami menyayangkan dalam aksi, 13 Oktober 2015 telah terjadi bentrokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka serius,” ujar Hambali.

Hambali mengatakan gereja illegal itu tetap harus dibongkar. Dalam kesepakatan itu dijadwalkan Senin, 19 Oktober 2015. “Kami akan memantau Pemerintah Aceh Singkil pada hari tersebut,” tegas Hambali. [Jamaluddin]

11 point hasil kesepakatan FUI Aceh Singkil itu antara lain, 

1. Tertibkan gereja-gereja yang tidak memiliki izin dan tidak sesuai aturan yang berlaku di Aceh.

2. Lakukan bongkar gereja-gereja yang sudah disepakati sesuai dengan berita acara kesepakatan tanggal 12 Oktober 2015 yang sudah ditandatangani bersama Muspida atau Forkopimda Aceh Singkil. Kami tidak sepakat pembongkaran gereja di luar dari nama-nama di bawah ini. Dan jika gereja dimaksud tidak dibongkar sesuai kesepakatan maka ummat Islam yang akan membongkarnya sendiri.

Gereja-gereja yang illegal tersebut adalah GKPPD Desa Sangga Beru, GKPPD Desa Pertabes, GKPPD Desa Kuta Tinggi,  GKPPD Desa Tuh Tuhan, GKPPD Desa Dangguran, GKPPD Desa Mandumpang, GKPPD Desa Siompin, GKPPD Desa Situbuh Tubuh, GMMI Desa Siompin, Gereja Katolik Desa Lae Balno

3. Usut tuntas pelaku penembakkan yang terorganisir, dan tangkap segera pelaku penembakkan termasuk pemilik senjata illegal.

4. Pemerintah harus melakukan pendekatan persuasif dan manusiawi serta melepaskan seluruh warga yang ditahan.

5. Pemerintah harus mengeluarkan kenderaan yang ditahan serta mengganti rugi kenderaan yang dirusak oleh oknum TNI Polri.

6. Proses oknum TNI POlri yang melakukan pemukulan terhadap warga

7. Berikan santunan kepada korban penembakkan dan korban luka.

8. Lakukan investigasi terhadap surat perjanjian Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil tanggal 13 Februari 2012 dan Surat Edaran GKPPD yang provokatif yang melukai umat Islam supaya tidak menjadi fitnah dikemudian hari.

9. Kami umat Islam di Aceh Singkil menghimbau kepada semua pihak dari luar Aceh Singkil jangan membuat pernyataan yang menyesatkan yang tidak mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.

10. Tangkap Erde Berutu yang memfitnah umat Islam membunuh supir tangki yang diberitakan tanggal 13 Oktober 2015.

11. Tangkap panitia pembangunan gereja illegal yang menjadi pemicu konflik di Aceh Singkil.

To Top