Sosial

Pemuda Islam Berdemo Tertibkan Gereja Illegal di Aceh Singkil

Pemuda Islam Berdemo Tertibkan Gereja Ilegal di Aceh Singkil
Pemuda Islam di Aceh Singkil Melakukan Demo Menuntut Pemerintah Setempat Menutup Gereja Ilegal. [Ist]

ACEHTERKINI.COM | Ratusan pendemo yang menamakan dirinya Pemuda Peduli Islam Aceh Singkil melakukan aksi damai di halaman kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (6/10/2015).

Pemuda Islam itu mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera melakukan pembongkaran terhadap sejumlah bangunan gereja illegal yang hingga kini telah berdiri di sejumlah tempat.

Para pendemo menuntut  kepada pemerintah daerah setempat, agar menolak pemberian izin untuk pembangunan gereja di bumi Syech Abdurrauf Al Singkili tanpa kata toleransi.

Disamping itu, para pendemo juga mendesak Bupati Aceh Singkil segera membuat surat pernyataan dalam jangka waktu 7 hari terhitung sejak 06 sampai 13 Oktober 2015, untuk segera melakukan pembongkaran gereja yang tidak mengantongi izin.

Suriadi dalam orasinya menilai umat kristiani telah melanggar kesepakatan atau perjanjian bersama yang sudah diikrarkan pada tahun 1979, dimana dalam ikrar tersebut umat kristiani hanya membangun satu buah gereja saja.

Selanjutnya kesepakatan atau perjanjian tersebut kembali diikrarkan pada tahun 2001 dimana pihak kristiani hanya membangun satu unit bangunan gereja serta ditambah empat buah bangunan undung-undung.

“Tapi realita di lapangan umat kristiani dianggap telah membangun lebih dari kesepakatan,” terang Suriadi.

Menyikapi tuntutan para pendemo, Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid yang turut didampingi unsur Muspida Aceh Singkil dan beberapa pejabat lainnya mengatakan, pihaknya merespon apa yang sudah menjadi tumtutan dalam aksi ini, akan tetapi sebelum dipenuhi maka pihaknya  akan terlebih dahulu melakukan musyawarah dengan unsur Muspida dan pihak -pihak terkait lainnya.

Para pendemo mendapat pengawalan yang ketat dari unsur TNI dan Polri sehingga aksi tersebut berjalan tertib dan aman hingga massa membubarkan diri. [Jamaluddin]

To Top