Sosial

Ngak Setuju Hukum Kebiri, Istri Gubernur Aceh Dikecam

Ngak Setuju Hukum Kebiri, Istri Gubernur Aceh Dikecam
Koordinator LOPA Aceh Barat Daya, Rahmad Hidayat

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Lintas Organisasi Peduli Anak (LOPA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengecam keras terkait pernyataan Istri Gubernur Aceh Niazah A Hamid terkait hukum kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak bertentangan dengan Syariat Islam.

Niazah yang merupakan Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Banda Aceh itu, dalam pernyataannya, tidak setuju terhadap wacana pemberian hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Menurut Niazah, predator anak itu terlebih dahulu harus diberi pembinaan. “Ini pembinaan seperti apa yang dimaksud oleh Istri Gubernur Aceh,” ungkap Koordinator LOPA Abdya Rahmad Hidayat Al-Atsyi melalui rilisnya yang dikirim kepada acehterkini, Sabtu (24/10/2015).

Dikatakan Rahmad, jika hanya memberikan pembinaan terhadap pelaku kejahatan seksual pada anak, ini sangat tidak bisa dibiarkan. Sebaiknya beliau (Niazah) harus lebih paham dulu dan melihat dengan hati nurani bukan dengan kasat mata hingga membuat pernyataan seenaknya saja.

Menurut Rahmad, memberikan hukuman kebiri kepada paedofil sudah pantas di laksanakan, jika perlu di hukum gantung saja, karena kepada pelaku itu harus ada efek jera, biar generasi masa depan dapat di selamatkan.

Kekerasan seksual pada anak bukan hanya berakibat hilangnya perawan atau tidak, tetapi ini juga sangat berpengaruh pada psikologi anak sehingga menghambat pertumbuhkembangnya anak ke depan.

Melihat kondisi Aceh yang riil hari ini, tambah Rahmad, sudah sangat darurat terhadap kasus kekerasan anak, seharusnya peran pemerintah dalam mengatasi masalah ini sangat di butuhkan bukan hanya sekedar di beri pembinaan pada pelaku. [Rizal]

To Top