Politik

Menkopolhukkam Tetap Tegas, Bendera dan Lambang Aceh Harus Diubah

Menkopolhukkam Tetap Tegas, Bendera dan Lambang Aceh Harus Diubah
Bendera Aceh Berkibar Bersama Bendera Merah Putih [Ilustrasi]

ACEHTERKINI.COM | Menyikapi belum tuntasnya Qanun Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh yang menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh itu ditanggapi oleh Staf Ahli Menkopolhukkam Bidang SDM dan Iptek, Andrie T.U Soetarno.

Hadir sebagai narasumber yang mewakili Menkopolhukkam, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Seminar Nasional Satu Dekade Perdamaian Aceh di Gedung AAC, Selasa (20/10/2015), Andrie mengatakan Bendera Aceh bisa selesai jika Pemerintah Aceh mau mengubah bentuknya tidak menyerupai bendera GAM.

“Kita lupakan, ngak usah lagi ingat GAM, sesuai dengan budaya di Pemda lah jangan menyerupai bendera GAM,” tegas dia kepada wartawan usai seminar.

Wakil Ketua Desk Otsus Aceh ini mengatakan silahkan Aceh memiliki bendera dan lambangnya sendiri sesuai dengan kedaerahannya sendiri tapi tidak menyerupai bendera dan lambang GAM.

“Sekarang ini belum selesai, karena yang disodori Pemerintah Aceh dan DPR Aceh itu masih sama dengan Bendera dan Lambang GAM, ini menujukkan ada yang belum konsisten dengan aturan yang kita buat,” tegas Andrie.

Masih tersendatnya masalah Qanun Bendera ini kata Andrie karena Pemerintah Aceh dan DPR Aceh belum mengklarifikasi qanun yang dimaksud.

Untuk diketahui persoalan Qanun Bendera dan Lambang Aceh ini sejak disahkan DPR Aceh pada tahun 2013 sampai sekarang belum selesai. Masyarakat Aceh belum boleh mengibarkan bendera daerah tersebut kendatipun di halaman Gedung DPR Aceh sudah dibangun dua tiang bendera. [Edi]

To Top