Sosial

Massa Bakal Datangi Jakarta untuk Pemekaran Provinsi ALA ABAS dari Aceh

Massa Bakal Kepung Jakarta untuk Pemekaran Provinsi ALA ABAS
Teks Foto : Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Provinsi ALA ABAS dari Provinsi Aceh, 13 Oktober. [Rizal] 

ACEHTERKINI.COM | Ketua Komite Pelaksana Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 ABAS) Pusat, H. Tjut Agam mengatakan, Provinsi Aceh Leuser Antara Aceh Barat Selatan (ALA ABAS) akan segera lahir, seiring sudah masuknya perencanaan dalam Grand Desain pemekeran daerah yang disiapkan Kementerian Dalam Negeri.

“Pada tanggal 26 Oktober nanti kita sudah berada di Jakarta untuk mempersiapkan sejumlah berkas kelangkapan pemekaran Provinsi ALA ABAS, kemudian kita menunggu hasilnya pada tanggal 30 Oktober 2015 mendatang dalam sidang DPR RI,” ungkap Tjut Agam dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pemekaran ALAA BAS yang berlangsung di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (13/10/2015).

Sementara itu, Anggota Tim 7 Percepatan Pemekaran Provinsi ALA ABAS, Adnan NS, menyampaikan, pada tanggal 10 Oktober 2015, sudah diputuskan bahwa, ABAS dan ALA sudah bersatu menjadi Provinsi ALA ABAS.

“Masalah dimana letak Ibu Kota Provinsi, nanti akan dibahas, kerena perlu kajian khusus dan studi kelayakan oleh tim ahli, yang penting Provinsi ALA ABAS ini lahir dulu,” ujarnya.

Untuk itu, ribuan massa dari ALA ABAS akan berdatangan ke Jakarta, agar pemekaran Provinsi ALA ABAS ini tidak dianggap kepentingan sekelompok saja, namun murni keinginan seluruh masyarakat yang tinggal di 12 Kabupaten Kota yang ada di wilayah ALA dan ABAS.

“Meski sudah 5 kali cooling down, namun perjuangan untuk pemekaran ALA ABAS terus dilanjutkan, dengan dukungan teman-teman DPR RI dipastikan akan segera terwujud,” kata Adnan yang juga selaku Ketua Pembina KP3 ABAS wilayah Kabupaten Aceh Jaya.

Dilain hal, Ketua KP3 ABAS Aceh Selatan, T Sukandi, dengan tegas mengatakan kalau secara kenyataan (de facto) Provinsi ALA ABAS sudah lahir dan sudah mekar dari Provinsi Aceh, namun secara de jure (menurut hukum) masih dalam proses.

Dikatakan Sukandi, Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima Provinsi Aceh dari Tahun 2008 sampai dengan 2014 sebesar Rp42 triliun lebih.

Dari jumlah tersebut, 12 kabupaten kota di wilayah ALA ABAS hanya dikucurkan sekitar 14 persen saja. “Jelas kita seperti dikesampingkan, kalau dilihat dari sejumlah dana yang dikucurkan tersebut, maka dari itu kita perlu keadilan,” singkatnya.

Pantauan dilapangan, selain Ketua KP3 ABAS Pusat H Tjut Agam, Adnan NS dan T Sukandi, juga turut dihadiri Ketua KP3 ABAS Aceh Jaya Mutia Anzib, dan beberapa pengurus KP3 ABAS Abdya Said Marwan Saleh, Fadhli Ali, Said Nazran, T Burhanuddin Sampe dan sejumlah pengurus lainnya. (Rizal)

To Top