Sosial

Lagi, Panitia Hari Besar Nasional di Abdya Bikin Kecewa

Peringatan Sumpah Pemuda Tak Ada Medis dan Mobil Ambulance

Peserta Upacara Sumpah Pemuda di Abdya ke87  banyak yang pingsan. [Rizal]
ACEHTERKINI.COM | Masih ingat Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Barat Daya (1/10/2015). Kapolres Abdya sempat kecewa karena panitia tidak mengundang kepolisian untuk hadir pada upacara tersebut. Saat itu Panitianya dari Kesbangpol Linmas Abdya. 
Hari ini, panitia upacara Sumpah Pemuda ke-87 dari Disbudparpora Aceh Barat Daya. Peserta upacara banyak pingsan sehingga muncul kekecewaan karena panitia tidak menyediakan tenaga medis dan mobil ambulance di lokasi upacara. 
Saat berlangsungnya Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-87 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sejumlah peserta banyak yang pingsan dan bertumbangan dalam barisan. Hal itu diduga karena tidak sanggup berdiri dalam waktu yang lama.
Suasana upacara Sumpah Pemuda yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Abdya, Rabu (28/10/2015)membuat peserta lainnya kewalahan. 
Pasalnya, ketika sejumlah peserta yang pingsan dievakuasi keluar dari barisan, ternyata tenaga medis beserta dengan mobil ambulance yang seharusnya berada di lokasi apel tidak disiapkan oleh panitia pelaksana kegiatan.
Meskipun upacara hari sumpah pemuda itu dipimpin lansung oleh Bupati Abdya Jufri Hasanuddin, namun membuat sejumlah peserta sempat meluapkan kekecewaan kepada panitia bahkan menilai panitia pelaksana kegiatan tidak siap.
“Kalau seperti ini panitianya tidak siap, semestinya tim medis sudah berada di lokasi sebelum upacara dimulai. Akibatnya banyak peserta yang sakit dan pingsan dibiarkan begitu saja tanpa mendapatkan pertolongan medis,” ujar Fauzi salah seorang peserta upacara.
Sementara itu, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Abdya selaku panitia pelaksana sempat kewalahan ketika mendapatkan laporan banyaknya peserta yang bertumbangan. 
Panitia tampak sibuk menghubungi pihak tenaga kesehatan dari Puskesmas Blangpidie, namun setelah setengah jam barulah petugas kesehatan tiba di lokasi upacara.
Tenaga medis yang tiba di lokasi pun dalam jumlah terbatas, sementara pasien yang ditangani mencapai belasan orang termasuk seorang pasien harus dilarikan ke rumah sakit karena dalam kondisi hamil.
Kadisbudparpora Abdya, TR Syahir usai upacara Hari Sumpah Pemuda mengaku kurang paham dengan persoalan teknis di lapangan. Sebab, kegiatan tersebut ditangani langsung oleh Bidang Pemuda dan Olahraga.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, seharusnya memang petugas kesehatan telah berada di lokasi sejak awal dilaksanakannya upacara ini,”  ujarnya singkat sambil menyarankan kepada wartawan agar menanyakan langsung kejadian itu kepada Kabid Pemuda dan Olahraga.
Sementara itu, Kabid Pemuda dan Olahraga Muntasir mengaku telah melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Blangpidie. Namun menurutnya, ada kesalahan komunikasi sehingga petugas dimaksud terlambat hadir di lokasi apel.
“Kejadian ini bukanlah hal yang disengaja, sebab sejak awal segala persiapan telah disiapkan secara matang termasuk tenaga medis. Namun kekurangan itu tetap ada, akan tetapi semua peserta yang sakit begitu juga yang pingsan telah mendapatkan penanganan medis meskipun terlambat,” katanya singkat. (by. Rizal)

To Top