Hukum

Ketua Komisi A DPRK Aceh Tenggara Telusuri Kasus Raskin

ACEHTERKINI.COM | Komisi A DPRK Aceh Tenggara sedang menelusuri dugaan dugaan penyelewengan Raskin di Desa Kuta Batu II, Kecamatan Lawe Alas. Hal tersebut merupakan tindaklanjut surat dari Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Desa Kuta Batu II.

Ketua Komisi A, Timbul Ganda Samosir kepada acehterkini.com, Senin (05/10/2015) mengatakan, Kasus dugaan penyelewengan Raskin Desa kuta Batu II yang dilakukan oknum desa sedang ditelusuri pihaknya.

“Pihak DPRK Aceh Tenggara akan melakukan penelusuran kebenaran dugaan peyelewengan Raskin tersebut,” ungkap dia dalam pesan singkatnya.

Politisi PDI-P ini menambahkan, jika terbukti maka kita mendesak Pemerintah Daerah dapat melakukan tinddakan tegas kepada oknum desa tersebut.

Sebelumnya, Ketua Badan Permusyawaratan Kute (Desa-red) (BPK) Desa Kuta Batu II, Marjuan Arif mengatakan, dalam rapat bersama warga telah diambil suatu keputusan dimana anggota BPK beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat akan melaporkan dugaan penyelewengan Raskin tersebut kepada pihak berwajib.

Kata Marjuan lebih lanjut, jumlah penerima Raskin yang dibagikan 308 Kepala Keluarga (KK)  sebanyak 3,5 kilogram. Raskin yang diterima oleh desa totalnya 1.078 kilogram.

Menurut Marjuan, Raskin tersisa dalam dua bulan sebesar 362 kilogram, sehingga adanya dugaan Raskin sisa tersebut tidak jelas keberadaannya, kejadian ini telah terjadi selama delapan kali penerimaan Raskin.

“Ada 12 orang warga Desa Kutabatu II yang terdiri dari BPK, Kadus dan Kaur serta tokoh masyarakat telah dimintai keteranganya oleh pihak Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara,” kata Marjuan, Selasa (22/9/2015).

Menanggapi masalah ini Kepala Desa Kuta Batu II, Mukmin mengaku bingung atas tuduhan warganya itu.

“Saya bingung atas tuduhan warga, saya tidak melakukan penyelewengan Raskin,” kata dia saat dijumpai di Kantin Catatan Sipil dan terus berlalu pergi, Selasa (22/9/2015). [Dinni]

To Top