Nasional

Inilah Kerjasama Amerika-Indonesia Pasca Jokowi Jumpa Obama

Inilah Kerjasama Amerika-Indonesia Pasca Jokowi Jumpa Obama

ACEHTERKINI.COM | Presiden RI, Joko Widodo ke Amerika Serikat ternyata banyak menghasilkan kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, 24 Oktober 2015.

Dalam keterangan tertulis dari US Consulate Medan yang diterima acehterkini, Selasa (27/10/2015) menyebutkan beberapa kesepakatan tersebut antara lain di bidang Maritim.

Kerjasama bidang maritime ini akan mendukung kepentingan kedua negara yaitu melindungi lautan serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan.

Kerjasama ini ditandatangani dalam bentuk MoU Maritime Cooperation. Kegiatan yang akan dilakukan adalah melindungi masyarakat pesisir dan perikanan di kawasan Indonesia timur yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi.

MoU Maritim itu juga ikut melakukan pencegahan pencurian ikan yang di dalamnya akan melibatkan banyak pihak yaitu Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA),  Departemen Kehakiman, dan Departemen Pertahanan AS membantu Indonesia dalam pengadaan teknologi, integrasi sistem, serta pengembangan kapasitas.

Termasuk pelatihan yang berkaitan dengan penerapan Persetujuan Tentang Ketentuan Negara Pelabuhan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO Agreement on Port State Measures), penegakan peraturan di bidang perikanan, serta tentang analisis informasi dan intelijen.

Kerjasama ini juga akan mendukung kapasitas Indonesia untuk memenuhi persyaratan data baru dari program penelusuran asal makanan laut (seafood traceability) yang sedang dikembangkan untuk memerangi penipuan serta penangkapan ilegal produk  makanan laut dalam perdagangan AS.

Kerjasama yang lain berupa memperluas IPTEK Bidang Kelautan dengan melakukan observasi dan penelitian bersama terkait ekosistem laut, termasuk penelitian oseanografi serta keragaman perubahan iklim.

Kerjasama ini akan meningkatkan pemahaman tentang interaksi kompleks antara laut dan atmosfer serta kemampuan untuk memprediksi respons perubahan iklim dan ekosistem jangka panjang.

Amerika Serikat dan Indonesia akan dapat membantu memperkirakan kekeringan dan curah hujan yang abnormal untuk wilayah di Indonesia, memahami bagaimana fenomena oseanografi di Samudra Hindia mempengaruhi Amerika Serikat.

Meningkatkan Keamanan Laut dan Pelabuhan juga bagian kerjasama tersebut. Kegiatan ini meliputi pelatihan untuk petugas penjaga pantai oleh penjaga Keamanan Pantai AS atau U.S. Coast Guard  dan Export Control and Related Border Security Program Departemen Luar Negeri AS.

Program Keamanan Pelabuhan Internasional dari US Coast Guard juga melakukan peningkatan kapasitas untuk memenuhi  standar Keamanan Kapal dan Pelabuhan Internasional  (International Ship and Port Security).

Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi serta mencegah ancaman keamanan di sektor transportasi laut, terutama untuk barang-barang yang dikirim antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Membantu Korban Kerja Paksa dalam Industri Makanan Laut dan Mendorong Keadilan. Amerika Serikat memberikan dana bantuan darurat untuk para korban guna membantu upaya Indonesia dan Organisasi Internasional Untuk Migrasi  (IOM) dalam menyelamatkan korban kerja paksa  di sektor industri perikanan.

Amerika Serikat juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengembangkan prosedur untuk mengidentifikasi para korban dan merujuknya untuk perawatan, serta advokasi untuk menuntut serta mengadili para agen perekrutan, calo, dan pejabat publik  korup yang terlibat dalam eksploitasi korban.

Membantu dan Melindungi Pergerakan Migrasi Tidak Teratur dalam menanggapi krisis migran pada bulan Mei-Juni 2015 di Teluk Benggala dan Laut Andaman.

Amerika Serikat memberikan dana darurat kepada IOM dan Badan PBB untuk urusan pengungsi UNHCR  guna memenuhi kebutuhan para migran di Indonesia, Malaysia, Thailand, Birma, dan Bangladesh dengan menyediakan tempat penampungan sementara dan barang-barang non-makanan. [Red]

To Top