Kesehatan

Imbas Kabut Asap di Abdya. Dokter : Terapkan Pola Hidup Bersih

Imbas Kabut Asap di Abdya. Dokter : Terapkan Pola Hidup Bersih
Ilustrasi

ACEHTERKINI.COM | Imbas Kabut Asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan sekitarnya. Hingga sepekan ini kabut asap yang disebabkan terbakarnya hutan dan lahan di wilayah Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan itu terlihat semakin pekat.

Sejumlah masyarakat mulai bertanya-tanya kapan kabut asap itu akan hilang, mereka juga kuatir  terhadap dampak buruk dari udara kotor yang terhirup setiap harinya.Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

Terkait dengan masalah kesehatan, dr Suherdy SPPd, kepada wartawan, Rabu (7/10/2015) mengatakan, akan sangat berbahaya kalau kabut asap itu terhirup secara terus menerus oleh masyarakat. Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran pernafasan.

Disamping itu, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Dalam jangka pendek saja dapat berakibat meningkatnya penderita ISPA. Faktor resiko anak, orang tua atau lansia dengan batuk kronik, gangguan jantung dan efek lainnya,” jelas dokter Edo demikian sapaan akrab dr Suherdy yang merupakan dokter di Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya.

Menurutnya, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan semakin memburuk, karena asap terhirup ke dalam paru.

Lebih lanjut Dokter Edo menyebutkan, secara tidak langsung saja asap kebakaran hutan dapat mencemari air bersih. Jika dikonsumsi masyarakat, bisa menganggu saluran cerna. Selain itu, dapat mencemari buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Untuk itu cucilah hingga bersih sebelum dikonsumsi. Kepada masyarakat yang telah memiliki penyakit kronik dan gangguan pernapasan untuk mengurangi intensitas di luar rumah. Selalu gunakan masker yang baik jika berada di luar rumah. Lalu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,”demikian jelasnya. [Rizal]

To Top