Sosial

1 Muharram, Marsintauli Manalu Masuk Islam di Aceh Barat Daya

Teks : Siti Salma Manalu (25) mengikuti bacaan dua kalimah syahadat yang dibimbing Abu Syaridin Sulsi, turut disaksikan Wabup Abdya Erwanto (kemeja putih) di Mesjid Al-Ikhsan, Desa Padang Bak Jeumpa, Rabu (14/10/2015). [Rizal] 

ACEHTERKINI.COM | Mengaku mendapat hidayah lewat mimpi, Marsintauli Manalu (25) warga Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, meninggalkan kampungnya untuk memeluk Agama Islam di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Proses pensyahadatan berlangsung di Mesjid Al-Ikhsan, Desa Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya, Rabu (14/10/2015) bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1437 Hijjriah.

Marsintauli sebelumnya beragama Kristen, memutuskan untuk memeluk Agama Islam, disamping karena keiklasan hati, juga setelah mendapat hidayah lewat mimpi.

“Dia bermimpi ada yang meminta kepadanya untuk memakai mukena, setelah menceritakan mimpinya itu, dengan kerelaan hati ia memutuskan untuk memeluk Agama Islam,” kata Nur Hisma, seorang warga yang mengaku sebagai sepupu dari Marsintauli.

Dikatakannya, proses muallaf Marsintauli sudah mendapat persetujuan dari kedua orang tuanya yang saat ini masih berada di Sumatra Utara.

“Kedua orang tuanya sudah setuju, dan merelakan dia untuk memeluk Agama Islam,” ungkap Nur Hisma kepada wartawan lebih lanjut.

Pengsyahadatan dipimpin Abu Syaridin Sulsi Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhsan, Desa Adan, Kecamatan Tangan-Tangan, serta turut disaksikan Wakil Bupati Abdya Erwanto SE MA, Ketua Baitul Mal Abdya Muslizar MT, Sekcam Tangan-Tangan Tabari, Kepala Desa Padang Bak Jeumpa Herman dan sejumlah tokoh agama, masyarakat serta warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Abdya, Erwanto berpesan, supaya yang bersangkutan memeluk agama Islam bukan karena terpaksa, tetapi murni dengan keiklasan hati.

Kemudian kepada masyarakat setempat diminta untuk memberikan contoh yang baik, agar yang bersangkutan (Marsintauli) dapat pelajaran yang lebih berharga serta merasa nyaman dengan memeluk Agama Islam.

“Masyarakat harus memberi contoh yang baik, supaya saudara kita yang baru masuk Islam ini, dapat belajar bagaimana menjadi muslim yang baik serta bermanfaat untuk agama yang dianutnya,” singkat Erwato.

Usai disyahadatkan, Marsintauli Manalu mengganti nama menjadi Siti Salma Manalu dan akan berdomisili menjadi warga Desa Padang Bak Jeumpa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten setempat.

Amatan dilapangan, selain mensyahadatkan Marsintauli, warga Desa Padang Bak Jeumpa, dalam momentum memperingati 1 Muharram 1437 H tersebut, juga menyantuni 18 anak yatim serta mengadakan kenduri di Mesjid setempat. (by.Rizal)

To Top