Sosial

Surfing International, Pintu Gerbang Promosi Wisata Aceh

Surfing International, Pintu Gerbang Promosi Wisata Aceh

ACEHTERKINI.COM | Aceh memiliki potensi ombak katagori tropis terbaik di dunia. Ombak yang indah dan eksotis ini menjadikan destinasi wisata bahari yang paling di cari Wisatawan Mancanegara. Event Surfing International, salah satu kegiatan yang bisa membuka pintu gerbang promosi wisata Provinsi Aceh.

Ombak terhebat itu berada di Aceh, pulau Simeulue dan pulau Banyak, Sumatera Utara di pulau Nias, Sumatera Barat di pulau Mentawai dan Bali Indonesia.

Ketua Panitia, Denny Affandi optimis wisata bahari di Aceh akan menjadi suatu destinasi yang paling dikagumi oleh masyarakat international.

“Kita punya potensi ombak terbaik di dunia katagori tropis, di perairan Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Besar dan Aceh Jaya, ini data dari World Association Surfing di California,” kata Denny.

Surfing International, Pintu Gerbang Promosi Wisata Aceh

Potensi ombak itu kata dia bisa menambah pendapatan bagi Aceh. Sarana dan prasarana wisata bahari di pesisir pantai Aceh itu juga harus ditata kelola dengan baik dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Data dari Kementerian Pariswisata menyebutkan dari 100 persen wisatawan dunia yang datang di Indonesia, 80 persen mencari wisata bahari dan 60 persen sangat suka dengan olahraga selancar.

“Inilah tujuan kenapa Aceh Surfing International Championship ini dibuat, tak lain adalah untuk membuka pintu gerbang promosi wisata di Aceh,” ungkap Denny.

Sumber daya pariwisata di Provinsi Aceh adalah kekuatan yang tidak tergantikan dan bertahan sampai 1.000 tahun kedepan jika potensi ini bisa digarap dan dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Kegiatan Aceh Surfing ini seyogyanya dapat rutin dilakukan setiap tahun. Denny juga ingin membawa Wisatawan Mancanegara ini ke lokasi surfing di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dan kabupaten lain.

“Kegiatan ini digelar sejak 2013, semestinya setiap tahun kita gelar event international ini, pendapatan daerah dan ekonomi masyarakat bisa bertambah dengan banyaknya wisatawan mancanegara ke Aceh,” tutur Denny optimis.

Syariat Islam Bukan Penghambat

Terbenturnya masalah adat dan budaya diyakini oleh pengelola Aceh Extreme Sport ini tidak akan melanggar. “Wisatawan ini sangat patuh pada aturan, dia tidak melanggar adat dan budaya daerah, apapun peraturannya, hanya saja kekurangan kita minimnya visualisasi untuk menjelaskan aturan itu kepada bule-bule yang ke Aceh,” tuturnya.

Kata Denny, pariwisata tidak merusak aqidah. Syariat Islam bukan menjadi faktor penghambat. “Di Lombok ada kawasan wajib jilbab, justru orang asing banyak membeli jilbab. Faktor yang paling penting bagaimana kita memberikan kenyamanan dan informasi yang jelas bagi Wisatawan Mancanegara,” pungkas Daff panggilan akrab Denny.

Sekilas Aceh Surfing International Championship 2015

Event International ini baru dua kali digelar di Provinsi Aceh. Turnament ini memberikan jaminan hidup potensi wisata bahari di Aceh di mata International. Setelah Aceh, kegiatan ini akan digelar di Maldives dan puncak finalnya di Taiwan.

Kegiatan yang digelar di Pulau Nancala, Simeulue ini akan memperebutkan 5.000 dollar Australia. Pesertanya dari Amerika Serikat, Australia, Perancis, Thailand, Malaysia, Philiphina, Indonesia dan lima orang peserta dari Aceh. Event ini berlangsung 2-5 September 2015 di Pantai Nancala, Kabupaten Simeulue dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. [Par]

Surfing International, Pintu Gerbang Promosi Wisata Aceh

To Top