Sosial

Sebelum Berobat Ke Malaysia. Abu Tumin: Pengerahan Massa Tak Selesaikan Perkara Ibadah

Sebelum Berobat Ke Malaysia. Abu Tumin: Pengerahan Massa Tak Selesaikan Perkara Ibadah
Pertemuan Abu Tu Min dengan Pemerintah Aceh

ACEHTERKINI.COM | Sebelum pergi ke Malaysia untuk berobat, Ulama Kharismatik Aceh, Tgk. H Muhammad Amin Mahmud atau dikenal dengan panggilan Abu Tu Min Blang Bladeh melakukan pertemuan dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Sabtu (5/9/2015) sore.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Kepala Dinas Syariat Islam dan Kepala Badan Dayah Aceh. Abu Tu Min mengatakan pengerahan massa tidak menyelesaikan perbedaan pendapat dalam Islam.

Abu Tumin meminta umat Islam, khusus rakyat Aceh agar tidak meniru politik orientalis yang memanfaatkan kekuatan massa dalam penyelesaian persoalannya.

Menurutnya, perbedaan bagi ummat Islam menjadi ibadah kepada Allah swt jika diselesaikan melalui musyawarah para alim-ulama.

“Gerakan massa atau demo tidak sejalan dengan misi damai dan agama,” kata Abu Tumin, yang didampingi Staf Khususnya, Waled Marhaban Bakongan.

Dalam surat elektronik Pemerintah Aceh ini yang diterima acehterkini, Senin (7/9/2015) tadi menyebutkan di antara hal yang mendapat perhatian serius Abu Tu Min dan Gubernur adalah terkait isu adanya demo dan pengerahan massa/santri dayah Aceh, tentang tata laksana ibadah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Terhadap isu tersebut, Tu Min berpendapat, pengerahan massa seperti itu bertentangan dengan politik, mengganggu kedamaian dan keamanan yang telah dirasakan masyarakat Aceh.

“Dan  ini jelas-jelas tidak sejalan dengan agama. Dalam sejarah demo seperti ini tidak pernah berhasil dan membawa dampak tidak baik bagi kehidupan umat Islam,” terangnya.

“Apa yang telah dipraktekan selama ini di Masjid Raya telah sesuai dengan kesepakatan yang ada,” tambah Tgk H Muhammad Amin.

Lebih lanjut Tu Min meminta semua masyarakat untuk bersabar menciptakan kedamaian, dan tidak mengganggu stabilitas sosial kemasyarakat, sambil menunggu muzakarah ulama Aceh yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Muzakarah tersebut akan melibatkan seluruh ulama Aceh, cendekiawan, tokoh masyarakat dan tokoh ormas Islam.

Tu Min juga berharap Gubernur untuk tidak memberikan peluang dan kesempatan kepada siapa pun untuk “Plah  Aceh” (Pemekaran provinsi). Menurut Tu Min hal ini akan memecah belah masyarakat Aceh. [red]

To Top