Sosial

Rumah Warga di Desa Mesjid Terancam Ambruk Ke Sungai

Rumah Warga di Desa Mesjid Terancam Ambruk Ke Sungai
Rumah Warga di Desa Mesjid, Abdya Terancam Amblas Ke Sungai

ACEHTERKINI.COM | Tajamnya arus Sungai (Krueng) Tangan-Tangan, membuat rumah warga dan kantor kepala desa di Dusun Lampoh U, Desa Mesjid, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terancam terjun kesungai, hal itu disebabkan tebing sungai sudah tidak mampu menahan derasnya arus air.

Sekretaris Desa (Sekdes) Mesjid, Adi kepada wartawan, Selasa (15/9/2015) membenarkan tentang kondisi rumah warga yang dipastikan bakal ambruk kedalam sungai. Katanya, tebing sungai dengan dapur rumah warga sudah sangat dekat, hanya tinggal sekitar satu meter saja.

Menurutnya, kalau tidak segera ditanggul dengan beton, maka dua unit rumah warga dan satu unit kantor kepala desa bakal jatuh kedalam sungai termasuk rumah yang tak jauh dari lokasi itu juga.

“Kalau seandainya hujan tidak kunjung reda, kemudian debit air dalam sungai terus bertambah, maka tebing sungai tersebut akan mudah digerogoti hingga ambruk,” kata Adi.

Adi memastikan tebing sungai tersebut tidak akan bertahan lama lagi, upaya untuk membuat permohonan terus dilakukannya termasuk melaporkan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) setempat, namun infomasi yang diterima, bahwa pihak BPBK tidak bisa memberikan beronjong karena pada tebing tersebut memang sudah ada beronjong.

“Memang pada tebing itu sudah ada beronjong lama, namun sudah tidak kuat lagi dan posisinya juga sudah bergantung akibat dikeruk oleh air, namun saat kita meminta semen, pihak BPBK mengatakan bahwa tidak ada bantuan yang berbentuk semen, silahkan ajukan kepada pihak PU,” kilas Adi.

Adi menyebutkan, rumah yang sudah sangat dekat dengan bibir tebing sungai adalah rumah milik Kasman S (45) yang tinggal bersama istri dan kedua anaknya, sementara rumah Eka (32) yang juga tinggal bersama istri dan kedua anaknya yang masih kecil itu hanya berjarak sekitar 4 meter dari tebing sungai dimaksud.

Dalam keseharinnya, Eka merupakan seorang nelayan untuk menghidupi keluarganya, sementara Kasman S merupakan seorang petani, karena keterbatasan ekonomi akhirnya Kasman S memutuskan untuk merantau ke Malaysia, sementara rumahnya yang memang sudah sangat dekat dengan tebing sungai hanya dihuni oleh istri dan kedua anaknya.

Terkait dengan hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Mulyadi, yang dihubungi terpisah mengatakan, pihaknya akan turun kelokasi untuk melihat lansung kondisi tebing sungai tersebut, dimana, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan tentang adanya rumah warga yang bakal terjun kedalam sungai.

Dikatakan Mulyadi, memang banyak kerusakan pasca banjir kemaren, namun pihaknya mengaku kekurangan anggota untuk memantau dilapangan, termasuk masalah di desa Mesjid tersebut juga luput dari pantauan.

“Namun itu tidak masalah, nanti kita akan lihat kelokasi, kalau seandainya bisa ditanggulangi secara darurat itu ranahnya pihak badan penanggulangan bencana, namun kalau menelan biaya yang besar maka akan kita usulkan dalam anggaran tahun depan,” sebutnya singkat. [by.Rizal]

To Top