Layanan Publik

Raskin Abdya ditemukan Berkutu, Bulog Lansung Ganti

Raskin Abdya ditemukan Berkutu, Bulog Lansung Ganti

ACEHTERKINI.COM | Jatah pembagian beras Keluarga Miskin (Raskin) untuk bulan Juli dan Agustus 2015 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah tersalurkan, namun sayang, beras dari Perum Bulog Subdivre VI Blangpidie itu ditemukan berkutu juga bertepung.

Kondisi itu diutarakan salah satu Anggota DPRK Abdya Julinardi, Selasa (1/9/2015). Kepada acehterkini, ia  mengaku mendapat  laporan dari salah satu warga Desa Gelumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, dimana beras raskin yang disalurkan tersebut dalam kondisi berkutu, pada bulir beras terdapat lobang-lobang kecil.

“Bila tangan kita mengenggam beras tersebut maka akan terlihat seperti bertepung, disinyalir beras ini sudah lama tersimpan,” ungkapnya.

Setelah mendapat laporan dari warga, lanjut Julinardi yang juga selaku Ketua Komisi C DPRK Abdya itu, pihaknya lansung turun kelokasi, kemudian meminta kepada kepala desa setempat untuk tidak membagikan beras dimaksud, sampai ada kepastian jelas dari pihak Bulog untuk mengganti beras tersebut.

Bukan hanya di Desa Geulumpang Payong saja, kata Julinardi, kejadian itu juga hampir seluruh wilayah Kecamatan Blangpidie, bahkan bisa jadi ada di sejumlah kecamatan-kecamatan lainnya.

“Kami meminta kepada Bulog segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dan sesegera mungkin untuk melakukan proses penggantian,” ujarnya.

Julinardi menilai, beras yang disalurkan Perum Bulog Blangpidie tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang notebenenya tidak mampu. Untuk itu, Bulog harus jeli dalam menyalurkan beras, karena beras yang tersalurkan melalui desa dalam setiap Kecamatan di Abdya itu, benar-benar untuk meringankan beban keluarga tidak mampu.

“Kita juga sudah meminta kepada Camat untuk segera melakukan koordinasi dengan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Bulog setempat, agar masalah beras itu dapat diselesaikan, jangan karena Raskin sudah gratis sehingga beras yang disalurkan asal-asalan,” demikian singkatnya.

Sementara itu, Camat Blangpidie Adnan yang dihubungi wartawan secara terpisah  mengaku sudah menerima laporan terkait masalah beras berkutu tersebut. “Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kami segera merespon dan melaporkan ke Bulog untuk diganti dengan beras yang layak,” singkatnya sembari mengaku kalau dirinya sedang rapat.

Terkait hal itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie, Basir SSos, mengatakan, pihaknya sudah mengganti beras tersebut, katanya, permintaan untuk mengganti beras itu hanya dua desa saja, yakni di Desa Geulumpang Payong dan Desa Keude Paya, sementara di wilayah lain tidak ada permintaan untuk menggantikan beras.

Menurutnya, beras yang disalurkan tersebut sudah layak dan bukanlah beras lama, untuk itu Basir berharap bila ada beras yang tidak layak silahkan laporkan kepadanya, maka pihaknya akan bersedia untuk mengganti beras tersebut.

“Bulog tidak ada niat untuk menyalurkan beras tidak layak, tetapi tidak bisa dipungkiri kalau terdapat beras telah berkutu, karena tidak sedikit jumlah beras yang ada di gudang Bulog, oleh karena itu, kami meminta kerja sama dari seluruh kalangan mulai dari masyarakat hingga ke pemerintah daerah agar sama-sama memantau kondisi beras, jika tidak layak silahkan laporkan,” demikian ujarnya. (by-Rizal)

To Top