Sosial

Politik Uang Masih Rentan Terjadi Pada Pesta Demokrasi di Aceh

Politik Uang Masih Rentan Terjadi Pada Pesta Demokrasi di Aceh
Publikasi Hasil Riset KIP Aceh Salah Satunya Terkait Politik Uang, 3 September 2015

ACEHTERKINI.COM | Ternyata politik uang masih menjadi suatu masalah dalam pelaksanaan Pemilukada di Aceh. Berapa kajian terkait politik uang dalam Pemilukada di Aceh terungkap dalam hasil riset dan pemetaan partisipasi pemilih dalam Pemilu tahu 2014 yang digagas KIP Aceh, Jum’at (3/9/2015) di 3in1 café.

Komisioner KIP Aceh, Junaidi mengatakan, ada lima persoalan utama yang menjadi perhatian dalam melakukan penelitian dan pemetaan partisipasi pemilih pada Pemilu 2014 lalu, yaitu tingkat melek politik warga, perilaku memilih, kehadiran dan ketidakhadiran pemilih, kesukarelaan warga dalam politik dan politik uang.

Menurutnya kajian ini dilakukan dengan memilih kabupaten-kota secara acak untuk dilakukan penelitian. “Misalnya ada empat kabupaten kota yang fokus meneliti tentang isu politik uang, yaitu Sabang, Subulussalam, Simeulue dan Bireuen,” ujarnya.

Setelah dipetakan ternyata masalah politik uang masih rentan terjadi. Di Kota Subulussalam masyarakat lebih banyak tidak melakukan hak pilihnya pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI daripada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dan Pemilihan Lesgilatif tahun 2014 lalu karena adanya politik uang.

Politik uang ini terjadi karena kurangnya penyuluhan pendidikan  Pemilu di masyarakat, sehingga sebagian dari masyarakat Subulussalam beranggapan Pemilu merupakan pesta uang, akibatnya uang menjadi tujuan utama dalam memilih. Fakta yang terjadi tersebut diteliti langsung oleh KIP Kota Subulussalam.

Kemudian di Kabupaten Bireuen juga terungkap ketika LPPM Universitas Al Muslim Bireuen melakukan penelitian terkait masalah tersebut pada Pemilu Legislatif 2014 lalu.

Proses terjadinya politik uang di Bireuen sangat beragam. Mulai dari pembagian sembako sampai dengan pemberian bibit tanaman. Paling banyak terjadi yaitu berkisar 41,33 persen adalah pembagian alat-alat ibadah, seperti sajadah, kopiah dan jilbab.

Kemudian politik uang di Kabupaten Bireuen pada Pemilu 2014 sekitar 27,34 persen. Selanjutnya pemberian sembako kepada masyarakat pemilih.

Unsur yang terlibat adalah Tim Sukses yang dibentuk oleh Partai Politik atau perorangan. Pada pelaksanaan kampanye juga masyarakat diberikan uang transport dan konsumsi. [Fir]

To Top