Ekonomi

Pasca Banjir, Petani Abdya Rugi Ratusan Juta Rupiah

ACEHTERKINI.COM | Sebagian Petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kerugian pasca banjir yang terjadi Minggu (13/9/2015) kemarin. Belasan hektar (Ha) padi yang baru saja siap dipotong hanyut terbawa arus air dan sekitar 2 Ha lebih tertimbun lumpur.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Abdya, Ruslan Adli kepada wartawan, Selasa (15/9/2015) menyebutkan bahwa, dari sekitar 344,5 hektar tanaman padi mulai dari Lembah Sabil sampai dengan Babahrot yang siap akan dipanen terendam banjir luapan, diperkirakan sekitar 18,1 hektar padi yang telah dipotong hanyut terbawa banjir dan sekitar 2 hektar lebih tertimbun dengan pasir bercampur lumpur.

Kata Ruslan, kerugian yang dialami para petani mencapai ratusan juta rupiah, selain kehilangan padi yang baru saja dipotong, harga gabah pun jadi menurun, sebab kualitasnya menjadi tidak baik akibat terendam air dan lumpur.

“Data ini kami terima langsung dari para penyuluh lapangan di sembilan kecamatan. Artinya cukup besar kerugian yang dialami petani pasca banjir ini, padahal hasil panen kita tahun ini cukup bagus,” katanya.

Mengapa tidak, tanaman padi tumbuh subur dan produksinya pun melebihi hasil panen pada tahun lalu, yakni mencapai 8,2 ton per hektar.

Nasir, petani di Kecamatan Tangan-Tangan mengaku merugi akibat padinya terendam. Air dengan cepat naik dan merendam areal persawahan yang sedang mamasuki masa panen, sehingga dia termasuk para petani lainnya tidak mampu berbuat banyak.

“Tanaman padi banyak yang rusak, padi yang baru dipotong juga hanyut terbawa banjir lain lagi yang tertimbum oleh lumpur. Yang bisa kami lakukan saat ini hanya membersihkan lumpur akibat banjir, besar harapan padi ini masih bisa dimanfaatkan,” katanya dengan pasrah.

Ditambahkan, banjir luapan kali ini cukup menjadi cambuk dan pelajaran bagi para petani termasuk Pemkab Abdya. Bisa dikatakan, setiap kali terjadi hujan lebat, wilayah Abdya pasti tidak pernah luput dengan yang namanya banjir.

Jadi, jika tidak ditangani secara maksimal oleh Pemkab Abdya, terutama yang berkaitan dengan pendangkalan sungai, dipastikan musibah banjir akan terus terjadi dan merusak semua areal persawahan, perkebunan, pekuminan warga dan lainnya.

“Banjir ini merupakan banjir luapan dari sungai, jadi bentuk penanganan yang harus dilakukan adalah normalisasi sungai termasuk aliran anak sungai. Kami selaku petani sangat mengharapkan tidak lanjut yang terbaik dari Pemkab Abdya, agar petani tidak secara terus menerus dilanda kerugian,” demikian harapnya. (by.Rizal)

To Top