Layanan Publik

Nelayan Aceh Utara Masih Gunakan Pukat Trawl

ACEHTERKINI.COM | Meski telah dilarang Pemerintah, nelayan di perairan Kabupaten Aceh Utara rata-rata masih menggunakan alat tangkap ikan jenis pukat harimau atau disebut Trawl.

Menurut Panglima Laot Aceh Utara, Ismail, sekitar 50 persen pekerja nelayan masih menggunakan alat tangkap ikan tersebut di perairan Aceh Utara. Para nelayan berdalih menggunakan sarana tangkap ikan itu lebih mudah dan ringan karena ukurannya yang kecil.

“Sekitar 50 persen nelayan Aceh Utara masih gunakan Pukat trawl. Trawl milik nelayan Aceh Utara jenis kecil tidak sama dengan trawl besar. Trawl kecil tidak merusak terumbu karang, namun ikan kecil dan bibit ikan ikut terjaring. Selama ini nelayan yang memakai trawl besar yaitu dari Lhokseumawe, Langsa, dan Aceh Timur,” Ismail kepada wartawan Kamis (03/09/2015).

Ia menjelaskan, aturan untuk tidak menggunakan alat tersebut bagi nelayan diatur dalam Peraturan Menteri KP No. 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Pukat Trawl dan Pukat Tarik (Seine Nets) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

Menurut Ismail, jumlah nelayan di wilayah perairan Aceh Utara yang masih menggunakan alat tangkap ikan tersebut diperkirakan mencapai 2.000 orang lebih.

“Kita mengakui, nelayan tidak punya pilihan lain sehingga terpaksa harus menggunakan pukat trawl. Jika pemerintah melarang, pemerintah harus memberikan alat tangkap yang ramah lingkungan sebagai penggantinya,” kata Ismail. [Jamal]

To Top