Layanan Publik

MaTA : Gunakan APBA 2014, Perjalanan Dinas DPRA Paling Bermasalah

MaTA : Gunakan APBA 2014, Perjalanan Dinas DPRA Paling Bermasalah
Alfian

ACEHTERKINI.COM | Perjalanan dinas yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada tahun anggaran 2014 Disinyalir banyak masalah. Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh menemukan kerugian daerah sebesar Rp 3 miliar lebih.  LSM MaTA mendesak agar alokasi anggaran tersebut diperketat untuk anggaran 2016.

Hafidh dari LSM MaTA menjelaskan realisasi uang perjalanan dinas Pemerintah Aceh, SKPA dan DPRA pada tahun anggaran 2014 sebesar Rp251 miliar lebih.

“BPK menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp 3 miliar lebih, umumnya ada “kongkalikong” dengan pihak travel untuk tiket Garuda Indonesia,” kata dia dalam konperensi pers di kantornya, Rabu (2/9/2015).

Hasil audit BPK ditemukan adanya kelebihan bayar atas tiket pesawat, ada juga tiket yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, tiket yang tidak terdaftar, tiket fiktif, dan tiket yang tidak sesuai dengan surat tugas.

“Dari angka Rp3 miliar itu, perjalanan dinas DPRA terindikasi paling banyak masalah daripada SKPA dan Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Fakta kasus ini, LSM MaTA mendesak Pemerintah Aceh untuk memperketat perjalanan dinas dan memangkas biaya perjalanan dinas yang bermasalah tersebut. “Kita juga minta aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan BPK RI tersebut karena sudah merugikan keuangan daerah,” ujar Koordinator Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, Hafidh.

Sementara itu Koordinator MaTA, Alfian mengatakan, potensi penyimpangan yang terjadi pada anggaran 2014 menimbulkan persepsi bahwa masih ada masalah yang sama pada tahun anggaran 2015. “Perjalanan dinas kita temukan, umumnya tidak berangkat tapi uangnya di ambil,” tutup Alfian. [Fir]

To Top