Layanan Publik

Masih Gunakan Rakit, YARA Tuding Bupati Abdya Ingkar Janji

Masih Gunakan Rakit, YARA Tuding Bupati Abdya Ingkar Janji
Miswar

ACEHTERKINI.COM | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) menuding Bupati Abdya Jufri Hasanuddin telah ingkar janji. Pasalnya, hingga saat ini Jembatan Krueng Teukuh di Dusun Drien Leukit, Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, belum juga terbangun, masyarakat setempat masih menggunakan rakit untuk menyebrang.

Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH, Selasa (29/9/2015) mengatakan, Bupati Jufri telah ingkar janji kepada masyarakat, karena ia pernah berjanji di depan publik ketika masyarakat melakukan aksi demo di depan kantor bupati tahun 2013 silam.

Disamping itu, Bupati juga telah lalai dalam melakukan pembangunan di Abdya, sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang 1945 untuk memajukan kesejahteraan umum agar mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga tercipta kemakmuran dan kesejahteraan.

“Kita berharap, janganlah bupati jadikan Jembatan Krueng Teukuh tersebut sebagai bahan kampanye bagi para calon bupati untuk periode ke depan nanti,” cetus Miswar.

Pemkab Abdya jangan menjadikan hambatan pembangunan daerah, gara-gara masalah jembatan itu sedang dalam proses hukum,  karena penegakan hukum tidak boleh mengganggu proses pembangunan dalam daerah.

“Jadi kami dari YARA kecewa terhadap Pemerintah Abdya, hanya gara gara satu atau dua orang yang lagi menjalani proses hukum, pembagunan Jembatan Krueng Teukuh jadi terhambat,” ungkapnya.

YARA juga mendesak Polda Aceh, agar secepatnya menyelesaikan kasus Jembatan Krueng Teukuh, supaya tidak ada lagi alasan untuk hambatan pembangunanan jembatan itu.

“Kalau sudah cukup alat bukti, kita minta kedua tersangka yang sudah ditetapkan tersebut untuk ditangkap,” ujarnya.

Dikatakan Miswar, keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat, yakni dalam hal membangkitkan pembangunan ekonomi dan juga untuk menjamin keselamatan masyarakat untuk menyebrang.

Selain itu, DPRK juga terbukti tidak punya solusi, meskipun sudah turun kelokasi Krueng Teukuh kesekian kalinya, malahan sama sekali tidak membuahkan hasil.

“Sudah setahun kinerja DPRK, kami menilai masih sibuk mengurus urusan pribadi dan kelompok sehingga jembatan untuk kebutuhan orang banyak belum diselesaikan secara maksimal, minimya pengetahuan anggota DPRK terhadap pemerintahan juga menjadi bukti bahwa partai politik di Abdya tidak bisa membentuk kader yang berkualitas,” demikian Miswar.

Mengenai pembangunan jembatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya, Rahwadi AR, mengatakan, bahwa Pemkab Abdya merencanakan pembangunan jembatan Krueng Teukuh itu pada tahun 2016 mendatang.

“Direncanakan tahun 2016 akan segera dibangun, tinggal memasang rangka baja saja, untuk berapa anggarannya akan dihitung dulu karena kondisi dilapangan sudah berbeda dengan yang dulu, sebab badan sungai juga sudah melebar yang diperkirakan 100 meter lebih,” sebutnya singkat. (Rizal)

To Top