Hukum

MA Tolak Kasasi PT Kallista Alam. Bayar Ganti Rugi Rp366 Miliar Lebih

MA Tolak Kasasi PT Kallista Alam. Bayar Ganti Rugi Rp366 Miliar Lebih

ACEHTERKINI.COM |  Mahmakah Agung (MA) akhirnya menolak kasasi perusahaan kelapa sawit, PT. Kallista Alam terkait pembakaran lahan seluas 1.000 hektar di “Rawa Tripa” Kabupaten Nagan Raya.

Dir. Penyelesaian Sengketa di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ragil kepada acehterkini, Sabtu (12/9/2015) mengatakan putusan final belum kita terima, tapi informasi bahwa MA menolak kasasi PT. Kallista Alam itu tersebut sudah benar adanya.

“Kita juga sedang mempersiapkan langkah eksekusi terhadap ganti rugi sebesar Rp366 miliar lebih itu, ada juga mekanisme bahwa pengadilan akan memanggil para pihak untuk menyelesaikannya, tapi kita akan pelajari lagi karena ada terkait masalah lahan yang tidak boleh digarap,” kata Ragil saat dihubungi tadi.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih menunggu salinan putusan final dari MA,” ujarnya.

Terkait dengan komitmen KLHK, Ragil menambahkan semua perusahaan yang diduga telah melakukan pembakaran lahan gambut akan digugat secara perdata dan pidana. “Ini komitmen, masih ada perusahaan di Palembang yang kita gugat sebesar Rp 7 Triliun karena diduga membakar seluas 20 ribu hektar,” kata dia.

Sementara itu Pengacara PT. Kallista Alam, Firman Azuar Lubis mengaku belum mengetahui putusan tersebut. “Kami belum bisa memberikan komentar karena putusan belum diterima,” katanya saat dihubungi tadi.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Meulaboh mengabulkan gugatan Menteri Negara  Lingkungan Hidup (Penggugat) pada 8 Januari 2014 Nomor 12/Pdt.G/2012/PN.MBO. PN Meulaboh menyatakan PT. Kallista Alam (Tergugat) telah melakukan perbuatan melanggar hukum dan membayar ganti rugi matariil secara tunai kepada Penggugat melalui rekening Kas Negara sebesar Rp114.303.419.000.

Kemudian PN Meulaboh menghukum PT. Kallista Alam untuk melakukan tindakan pemulihan lingkungan terhadap lahan yang terbakar seluas 1.000 hektar dengan biaya sebesar Rp251.765.250.000.

Menghukum PT. Kallista Alam untuk membayar uang paksa sebesar Rp5.000.000 per hari atas keterlambatan dalam melaksanakan putusan dalam perkara ini.

Putusan PN Meulaboh ini dilakukan upaya Banding oleh PT. Kallista Alam ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Kemudian pada 15 Agustus 2014, Pengadilan Tinggi Banda Aceh mengeluarkan putusan nomor 50/PDT/2014/PT.BNA yang menyatakan menolak eksepsi PT. Kallista Alam dan mengabulkan gugatan Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Pengadilan Tinggi Banda Aceh menghukum PT. Kallista Alam membayar sebesar nilai sebagaimana putusan PN Meulaboh.

PT. Kallista Alam melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas perkara perdata ini.  Ternyata upaya kasasi PT. Kallista Alam ini ternyata kandas setelah MA mengeluarkan putusan tanggal 28 Agustus 2015 dengan amar putusan menolak Kasasi PT. Kallista Alam.

Dalam putusan itu PT. Kallista Alam dituduh melakukan pembakaran lahan gambut seluas 1.000 hektar di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Kawasan ini dikenal dengan istilah Rawa Tripa.

Dalam perkara ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup diwakili pengacaranya Fauzul Abrar SH, Boby Rahman SH, Syarifuddin SH (Pengacara Walhi Aceh). Sedangkan PT. Kallista Alam diwakili oleh pengacaranya Firman Azuar Lubis SH MH, Luhut M.P Pengaribuan SH, LLM, Irianto Subiakto, SH, LLM, Rebecca F Elizabeth, SH, Alfian Sarumaha SH.  [Red]

To Top